Beranda Jawa Barat 185 Korban Miras, 41 Meninggal, Pemkab Bandung Tetapkan KLB

185 Korban Miras, 41 Meninggal, Pemkab Bandung Tetapkan KLB

55
0
BERBAGI

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Situasional pada kasus miras oplosan di Cicalengka. Akibat kejadian itu, 185 orang jadi korban dan 41 diantaranya meninggal dunia.

”Dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) situasional, sebab diakibatkan karena perilaku buruk manusia, bukan karena wabah penyakit,” ungkap dr Ahmad Kustidjadi kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada Jabar Ekspres, Selasa (10/4).

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, data korban tercatat di tiga rumah sakit yakni: RS AMC Cileunyi Kabupaten Bandung dari 21 orang yang dirawat 7 meninggal; RSUD Majalaya masuk 26 orang, meninggal 3 orang; dan RSUD Cicalengka masuk 94 orang meninggal 31 orang. Total korban di tiga rumah sakit tersebut sebut Ahmad berjumlah 141 orang dan meninggal 41 orang.

”Korban miras oplosan mulai masuk rumah sakit pada Kamis (5/4) malam. Rata-rata mereka mengalami mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi miras oplosan,” sambungnya.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium. ”Pengujian untuk mengetahui kadar methanolnya juga harus ke Jakarta. Di Bandung belum ada,” ungkapnya.

Dikatakan Ahmad, jika seseorang mengonsumsi methanol, maka selang 30 jam kemudian akan timbul mual. Efek yang lebih parah akan terasa jika tak ditangani lebih dari 30 jam.

”Kondisinya akan memburuk jika lebih dari 30 jam tak ditangani. Kemungkinan prognisanya lebih buruk. Prognisa yakni kemungkinan dari sakit ke mati lebih besar,” ujarnya.

Direktur RSUD Cicalengka, dr Yani Sumpena membenarkan jika korban meninggal diduga akibat keracunan obat (intoksikasi). Yakni, masuknya obat atau zat kimia ke dalam tubuh melalui mulut yang menyebabkan tubuh keracunan. Salah satunya, kata Yani, dari minum minuman yang mengandung kadar alkohol. ”Racun yang masuk menyebar melalui darah. Dampak kepada peminumnya hilang kesadaran, mata buram, dan kematian,” ungkapnya.

Menilik banyaknya korban hingga 41 orang tewas, hal itu dikatakan Yani lantaran mereka yang datang ke rumah sakit ketika tingkat keracunannya sudah menyebar. Kendati pihaknya sudah melakukan tindakan penanganan media dengan melakukan observasi, dan tindakan medis lainnya. “Tingkat keracunannya sudah parah,” tandasnya.

Ada Beking Penjual Miras

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Bandung, Usman Sayogi mengaku kesulitan dalam memberantas miras. Apalagi dia menduga ada beberapa pedagang yang justru dibekingi oleh oknum masyarakat itu sendiri.

Indikasi itu, diperkuat jika selama ini jarang masyarakat berani menyampaikan informasi adanya penjualan miras di wilayahnya. Padahal seharusnya masyarakat proaktif memberitahukan pada petugas, jika di wilayahnya ada warung yang diduga menjual miras.

”Hampir di setiap kecamatan Satpol PP melakukan razia miras, namun para pedagang tidak kapok dan selalu menyediakan. Padahal sudah dilakukan razia. Itu karena warung miras tersebut ada oknum masyarakat yang membekinginya,” tuturnya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan perhatian khusus pada kasus tersebut. Agung mengaku prihatin dengan banyaknya korban miras opolosan. ”Saya prihatin dan turut berduka cita karena korban terus bertambah,” ungkap Agung Budi Maryoto usai Coffee Morning bersama empat Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Jabar dalam mewujudkan pilkada aman, kemarin (10/4).

Data terhimpun ada 51 korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Jawa Barat, yakni 41 orang warga Cicalengka kabupaten Bandung, 4 korban di wilayah Kota Bandung dan 6 orang di Pelabuhan Ratu Kabupaten  Sukabumi.

Agung menambahkan pihaknya juga telah menangkap para penjual miras oplosan maut tersebut. ”Di Polrestabes Bandung satu titik penjual sudah kita tangkap. Kemudian Pelabuhan Ratu dan Cicalengka juga sudah kita tangkap. Tugas kepolisian sekarang dibantu dengan BPOM dan kedokteran forensik sudah mengambil sampling untuk uji lab,” jelasnya.

Sampling yang diambil untuk uji lab menurut Agung, antara lain sampel darah, sampel kencing kemudian diambil dari usus. Sampel tersebut dibandingkan dengan minuman yang dikonsumsi para korban. ”Sekarang sudah dikirim ke laboratorium forensik. Hasilnya diperkirakan tiga atau empat hari lagi selesai,” paparnya.

Pihak kepolisian akan mengambil langkah-langkah pengembangan kasus tersebut, untuk mengetahui asal miras, distributor dan jaringannya. Polda Jawa Barat juga akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, untuk menyelidiki keterkaitan kasus yang sama di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Polda Jawa Barat dan TNI juga ujar Agung, pihaknya akan membackup BPOM untuk melakukan razia secara masif. ”Kita akan bantu BPOM bersama TNI melakukan razia masif ke tempat-tempat yang memungkinkan ada miras, khususnya menjelang Ramadhan kita akan sapu bersih,” tegasnya. (yan/kos/ign/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here