3 Pasutri Tukar Pasangan, Digerebek Tanpa Busana saat Pesta Sex

SURABAYA – Polda Jatim membekuk tiga pasangan suami istri (Pasutri) yang kerap bertukar pasangan (swinger) saat beraktivitas intim.

Kegiatan menyimpang itu sangat terorganisasi. Bahkan sudah dilakukan sejak 2013 di berbagai kota di Jawa Timur.

Pentolannya, Tri Harso Joko Soelistijono, dijadikan tersangka lantaran disangka mempermudah perbuatan cabul.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menyebutkan, tindak asusila tersebut merupakan hal yang sangat jarang ditemui.

Sebab, sejauh ini baru ada satu kasus yang sempat ditangani polisi pada akhir 2016. ”Kasus seperti itu meresahkan,” ujarnya.

Tindak asusila tersebut mulai masuk dalam radar polisi sejak awal 2016.

Mereka tergabung di dalam grup WhatsApp bernama Sparkling. Isinya ada 28 orang pasutri.

Yang membuat grup itu Harso. Dia merupakan pentolan komunitas swinger yang dikenal para korban di dunia maya.

Kasubdit IV Renakta Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyahwan mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari adanya broadcast kopi darat.

Saat itu, istri tersangka, RL, mengajak anggota untuk nongkrong di Kebun Raya Purwodadi pada 14 April lalu.

Lantaran tak ada yang merespons, RL dan Harso lantas menuju ke rumah salah seorang anggota grup nyeleneh tersebut.

”Kami memonitor aktivitas mereka dari satu tempat ke tempat lainnya,” paparnya.

Rumah anggota grup yang berinisial SS dan WH itu berada di area Lawang, Kabupaten Malang.

Harso mengunggah pertemuan tersebut di grup. Tak berselang lama, anggota lainnya datang bergabung.

Yakni, DS dan AG serta JK dan PP. Mereka semua merupakan pasutri yang sah.

Para pasutri yang punya fantasi nyeleneh itu lantas sepakat untuk makan malam sambil mencari penginapan.

JK dan PP, rupanya, memilih pulang setelah makan malam.

Aktivitas tak lazim para pasutri tersebut dimulai pada pukul 21.00. Berdasar keterangan para korban, Harso meminta mereka untuk melakukan ”pemanasan” dengan pasangan masing-masing.

Tepat tengah malam, aktivitas itu akhirnya digerebek. Polisi mendapati tiga pasangan sedang telanjang bulat. Mereka lantas diminta berpakaian dan diinterogasi di TKP.

”Barang bukti yang kami sita ada pakaian dalam, kondom, dan satu handphone milik tersangka,” terang Yudhistira.

Berdasar hasil pemeriksaan, ternyata Harso kerap mengumpulkan para anggotanya dalam suasana informal.

Biasanya berbentuk pesta kecil-kecilan di tempat karaoke yang disepakati. Dari situlah, dia bisa membangun chemistry para pasutri tersebut.

Yudhistira menceritakan, tersangka menganggap penting acara karaoke itu. Alasannya, untuk dapat melakukan aktivitas intim, mereka diharuskan untuk merelakan pasangan masing-masing.

”Tukar pasangan secara penuh dan bisa bergantian,” ucapnya.

Aksi asusila secara berkelompok tersebut sudah berlangsung sejak 2013. (mir/c22/diq/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *