Ada Teror Nyanyian Sebelum Laga

BANDUNG – Kericuhan suporter terjadi pada laga Arema FC vs Persib, Minggu (15/4). Bek Maung Bandung Al Amin Syukur Fisabillah berharap hal itu tak terulang.

Suporter Arema merangsek ke lapangan saat laga lanjutan Liga 1 itu memasuki injury time. Skor laga Singo Edan melawan Persib masih 2-2 tiga menit waktu tersisa harus dihentikan karena Aremania terus masuk ke lapangan.

Sabill berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Pasalnya, pemain ingin mendapat ketenangan dan kenyamanan dalam setiap pertandingan.

“Kedepannya jangan ada lagi (kericuhan. Red) seperti ini. Biar kita nyaman bermain sepak bola,” kata dia saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/4).

Terlepas dari semua itu, Sabill bersama rekan satu timnya tetap bersyukur masih diberi keselamatan. Apalagi, tambah dia, Persib juga berhasil mencuri poin di markas Arema FC.

“Kita cari poin sih tiga yah, tapi dapatnya satu ya tetap bersyukur,” ujar Sabill.

Bek Persib Bandung Adri Idrus menjadi salah satu korban kericuhan suporter saat melawan Arema. Dia mengalami luka pada bagian mata karena terkena lemparan benda dan semua pemain masuk ke ruang ganti.

“Ya kita lari masuk ke ruang ganti, terus mereka (suporter, Red) melempar sesuatu dan kena mata saya,” katanya.

Menurutnya, beberapa Aremania mulai memberikan teror ketika Persib melakukan uji lapangan sebelum pertandingan. Namun teror tersebut diabaikan karena dianggap biasa dalam sepak bola.

“Ketika kita tes lapangan suporter menyanyikan lagu (teror, Red) tapi kita anggap semuanya biasa,” terangnya.

Adri sudah melupakan semua yang terjadi saat melawan Arema. Dirinya bersama Persib lebih fokus untuk menghadapi Borneo FC dalam waktu dekat ini. (pra/yfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *