Beranda Rakyat Garut Bangkitkan Olahraga Panahan

Bangkitkan Olahraga Panahan

11
0
BERBAGI
PANAHAN. Ketua KONI Garut Dr Ir H Abdusy Syakur MEng (dua kiri) berfoto bersama para peserta kejuaraan panahan Minggu (1/4). (Yana taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KALER – Yayasan Al-Mashduqi menggelar kejuaraan panahan H Dede Satibi Cup 2018 kelas dewasa se-Jawa Barat di Lapangan Graha Patriot, Jalan Cipanas Baru Kecamatan Tarogong Kidul Minggu (1/4).

Kegiatan tersebut dibuka Ketua KONI Kabupaten Garut Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan Ibu Hj Ida Dede Satibi, Ketua Yayasan Al-Mashduqi Arif Bakhtiar SThI, Ketua Panitia Maman Sutarman yang juga ketua Garut Muslim Archery (GAMA), para pengurus KONI Kabupaten Garut, serta undangan lain.

Ketua KONI Garut H Abdusy Syakur Amin MEng mengungkapkan kejuaraan itu merupakan penghargaan insan olah raga panahan kepada tokoh olah raga sekaligus Bupati Garut ke-22 yang telah menjadi salah seorang pelopor pembangunan sarana olah raga di Garut. Yakni Kerkof dan SOR Ciateul.

Kegiatan tersebut, kata dia, juga menjadi momentum kebangkitan olah raga panahan yang sempat mengalami kejayaan di zaman kepemimpinan H Dede Satibi.

“Kegiatan ini bisa dijadikan proses pembibitan atlit yang diharapkan nanti bisa dilanjutkan melalui pembinaan, pelatihan, serta kompetisi yang teratur dan berjenjang,” paparnya.

Ketua Yayasan Al-Mashduqi Garut Arif Bakhtiar SThI mengungkapkan kejuaraan panahan H Dede Satibi Cup 2018 menjadi ajang silaturahmi para pehobi olah raga panahan.

Kegiatan itu juga menjadi ajang pembibitan atlet untuk diterjunkan di kejuaraan yang lebih besar. Misalnya Porda 2018.

Dia menegaskan kejuaraan itu diselenggarakan secara mandiri. Tak ada sangkut paut dengan pemerintah daerah. Namun, ke depan diharapkan kejuaraan serupa bisa didukung semua pihak, termasuk pemerintah.

“Apalagi, hari ini kami sangat berbangga bisa dihadiri oleh Ketua Umum KONI Garut. Itu sebagai bukti bahwa ke depan kegiatan ini bisa dilaksanakan dalam event yang lebih besar dan melibatkan banyak pihak,” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Panitia Maman Sutarman yang juga ketua Garut Muslim Archery (GAMA). Dia mengungkapkan kejuaraan tersebut menjadi wadah ukhuwah Islamiyah diantara sesama pehobi olah raga panahan. Baik tradisional, maupun standar.

“Sebagaimana diketahui dalam olah raga panahan ada aliran tradisional dan standar. Tapi, kami dalam komunitas Garut Muslim Archery tidak membatasi jenis busur. Siapa pun dan dimana pun, apa pun jenis busurnya kami mempersilahkan untuk bergabung,” ajaknya. (yna/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here