Beranda Ciamis Banjir Rendam Tiga Dusun di Panumbangan

Banjir Rendam Tiga Dusun di Panumbangan

65
0
BERBAGI

CIAMIS – Tiga dusun di Desa Kertaharja Kecamatan Panumbangan direndam banjir. Yakni Dusun Panoongan, Sukamulang Wetan dan Dusun Kopeng. Banjir berasal dari Sungai Citanduy yang meluap saat hujan deras Sabtu malam (7/4), sekitar pukul 20.00.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya langsung meninjau lokasi malam itu. Ketinggian air di tiga dusun diketahui antara 30 cm sampai 50 cm.
Takut air semakin tinggi, 10 warga mengungsi ke masjid terdekat. Sementara total warga yang terkena banjir 255 kepala keluarga.

“Namun menjelang pagi, kita ketahui air menyurut. Hingga Minggu (8/4), sekitar pukul 06.00 sudah surut lagi,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Vote

Selain pemukiman, kata dia, banjir juga merendam 10 hektare sawah di Desa Sukakerta. Air juga sempat merendam jalan di Desa Sindangherang. Keduanya masih wilayah Kecamatan Panumbangan.

“Memang kita ketahui pemukiman dengan sungai cukup dekat. Ada yang jaraknya 10 meter hingga 50 meteran dari sungai,” katanya.

Husen (30) warga Dusun Panoongan Desa Kertaharja mengakui daerahnya merupakan langganan banjir. Letak pemukiman hanya berjarak 50 meter dari Sungai Citanduy. Ketika air meluap, warga biasa mengungsi ke masjid.

Dia mengaku sudah jenuh dengan bencana yang terjadi hampir tiap tahun itu. Namun tak ada pilihan lain kecuali bertahan di sana. Ia tak memiliki tempat lain untuk pindah rumah.
“Saya tetap bertahan saja. Gimana lagi, karena memang di sini sudah langganan dan kami juga sudah terbiasa menghadapinya,” ucapnya.

LONGSOR
Selain banjir, bencana longsor juga melanda Ciamis. Longsor mengancam rumah Nurdin (40) di Dusun Nangela Kidul Desa Sumberjaya dan rumah Titi (39) di Dusun Cianda Desa Sukahaji Minggu (8/4).

Ketua Tagana Ade Waluya mengatakan tanah disamping rumah Nurdin longsor sedalam delapan meter dan lebar tujuh meter. Masyarakat bergotong royong membersihkan longsoran dan membuat tembok penahan tanah (TPT).

“Mengenai kejadian banjir dan longsor di Panumbangan dan Cihaurbeuti, kami ingatkan kepada masyarakat di kecamatan lain harus meningkatkan kewaspadaan. Karena cuaca masih ekstrim,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Nurdin menjelaskan bencana itu terjadi menjelang subuh. Dia mendengar suara gemuruh di samping rumah. Setelah diperiksa, tanah di samping rumahnya sudah longsor ke bawah.

Setelah hari terang, ia pun meminta bantuan warga untuk membersihkan material longsor dan membangun TPT.

“Untung saja tidak sampai terbawa longsor dengan rumahnya, karena jaraknya paling satu meteran lagi,” terang dia. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here