Beranda Kota Tasik Banyak Wakil Rakyat tak Dikenal di Wilayahnya

Banyak Wakil Rakyat tak Dikenal di Wilayahnya

14
0
BERBAGI
SERAHKAN FORMULIR. Foto bersama setelah salah seorang bacaleg menyerahkan formulir ke DPC PBB Kota Tasikmalaya, Kamis (5/4). foto; Firgiawan / Radar Tasikmalaya

Sudah Saatnya Bacaleg tak Beli Suara

Peraturan sosialisasi dan kampanye yang makin ketat di Pileg 2019, mengharuskan bakal calon legislatif (bacaleg) tak hanya mengandalkan modal finansial dalam mengenalkan diri melalui baliho, spanduk dan alat peraga kampanye (APK) lainnya.

Firgiawan, Kota Tasik

Pendekatan emosional serta kemampuan mendekati masyarakat juga diperlukan untuk menyukseskan diri duduk di kursi empuk pada Pileg 2019.

Pemerhati politik dan sosial Tasikmalaya Asep M Tamam menganalisa dinamika politik terus berkembang dan terjadi perubahan signifikan psikologis masyarakat dari Pileg 2014 lalu.

Sehingga persaingan putra-putri terbaik Kota Tasik dalam meramaikan hajat pemilihan wakil rakyat diprediksi lebih menghangat.

“Jadi butuh lebih dari modal finansial dan sosial. Strategi lain diperlukan dalam merebut simpati rakyat,” ujarnya kepada Radar, Kamis (5/4).

Menurutnya, bacaleg yang telah memiliki basis organisasi atau keumatan merupakan keuntungan tersendiri. Sehingga ajang sosialisasi lebih mudah dengan memanfaatkan wadah tersebut.

Bagi penantang baru? Asep menyarankan harus kerja ekstra. Tidak semata melalui APK bisa begitu saja dikenal.

“Beda seperti Pileg 2014 tidak begitu ketat urusan APK. Maka saran saya, bacaleg baru itu mulai silaturahim dan jangan jual janji seperti bacaleg tahun-tahun ke belakang,” tuturnya.

Lewat metode silaturahim, kata dia, masyarakat akan lebih mengenal personal para calon wakil rakyat secara alamiyah. Kemudian menampilkan edukasi politik yang etis dan jangan mengumbar janji berbau keuntungan semata.

Sehingga ketika duduk di DPRD tidak lagi ditemukan wakil rakyat yang mengalami hambatan psikologis, lantaran dipilih atas dasar finansial.

“Sebab, tidak dipungkiri banyak warga yang tidak mengenal wakil rakyat dari wilayahnya sendiri lantaran ketokohannya tidak mengakar dan cuma andalkan kemampuan finansial. Dengan begitu, saya harap mau yang bermodal ataupun tidak, bukan alasan dipilih. Tetapi kapabilitas figur mumpuni yang dipilih masyarakat,” terangnya

Dosen IAIC ini pun mengapresiasi banyaknya aktivis dari berbagai kalangan yang mencoba beradu peruntungan di arena Pileg 2019 nanti.  Terutama yang sudah memiliki kontribusi dan berbuat positif terhadap lingkungannya, sehingga terjun ke DPRD agar bisa berbuat lebih bagi masyarakat.

Namun, kata dia, meski modal sosial dirasa sudah cukup, bukan berarti berpeluang besar. Mengingat nantinya bakal berhadapan dengan figur lama yang sudah paham dan berpengalaman dalam memenangkan hati masyarakat.

“Saya positif saja, semoga kehadiran aktivis atau wajah baru membuat perubahan signifikan di tubuh DPRD ke depan. Sehingga harapan masyarakat yang tidak terealisasi saat ini dapat terwujud,” papar dia.

Terpisah, Ketua DPC PBB Kota Tasikmalaya H Asep Deni Adnan Bumaeri SH SH MH menjelaskan banyak strategi dan tips dalam meraih minat masyarakat.

Terutama saat ini dirinya tengah menyiapkan sejumlah bacaleg untuk didagangkan di Pileg 2019.

“Tidak dipungkiri perkembangan masyarakat semakin maju saat ini, metode pendekatan pun harus lebih baik lagi terutama harus aspiratif,” jelasnya.

Menurutnya dalam menarik simpati dan dukungan masyarakat harus menguatkan terlebih dahulu di basis partai. Showan dengan simpul dan unsur perintis partai, kemudian memenuhi struktur dan mengkonsolidir sampai lapisan terbawah.

“Barulah para bacaleg di-support untuk terjun ke masyarakat. Normal saja seperti biasanya, personal approach terhadap masyarakat dan simpul kita harus diutamakan,” ungkap pria yang kerap disapa Asden.

Asden yang juga Ketua PUI Kota Tasikmalaya itu mengungkapkan adanya peraturan yang semakin ketat, mengharuskan bacaleg inovatif dalam mendekati masyarakat.

Menyadari keterbatasan kemudian mengoptimalkan sumber daya atau potensi lain yang dimiliki.

“Produk politik ketua umum kita banyak yang digunakan oleh negara. Harus optimis, itu saja prinsipnya, jual gagasan dan ide untuk menarik dukungan. Umbar janji saja tidak cukup, sekarang masyarakat sudah pada pintar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menerima pengembalian formulir adik dari pengusaha telur Cieunteung H Omay Komarudin, Ust Cecep Nurdin untuk bersaing di Dapil I (Cihideung, Tawang dan Bungursari).

Sejauh ini, pihaknya sudah menampung sekitar 40 bacaleg, menyisakan kekurangan pada dapil II dan III.

“Pendaftaran ditutup 7 April, kemudian masa perbaikan administrasi kita sampai 30 April. Optimis akan penuhi kuota dalam waktu dekat ini,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here