SHARE
ilustrasi rupiah

SINGAPARNA, RADSIK – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya, berdasarkan laporan yang tercatat Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan dan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya hingga bulan Mei tahun 2022 baru mencapai Rp 112.871.004.568 atau sekitar 33,61 persen dari target sebesar Rp 335.806. 567.809.

”Jika dibandingkan dengan tahun 2021, targetnya memang turun. Tahun kemarin besarannya mencapai Rp 374.926.551.015. Itu pun dikarenakan ada bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan khusus Covid-19, yang diberikan ke RS SMC,” ujar Kabid Perencanaan dan Pengembangan pada BPKPD Kabupaten Tasikmalaya Suherman S.STP, Senin (20/6/2022).

Suherman mengungkapkan, untuk rincian target pajak daerah tahun 2022 dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, pbb, pajak parkir, mineral bukan logam dan batuan, pajak air tanah mencapai Rp 89.000.000.000. Selain itu, terdapat target retribusi daerah tahun 2022 yang tersebar di beberapa dinas dengan nilai Rp 9.000.000.000.

Selanjutnya, pendapatan asli daerah dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, bagian laba yang dibagikan kepada pemerintah (dividen) atas penyertaan modal pada BUMD seperti Bank BJB, PDAM Tirta Sukapura, BPR Arta Sukapura, BPR arta galunggung, Bank cij Cipatujah, LKM Pancatengah, dan Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP). Dengan nilai target pendapatan asli daerah tahun 2022 sebesar Rp 28.000.000.000. ”Terdapat juga taget Pendapatn Asli Daerah tahun 2022 dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 209.000.000.000 dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti Puskesmas dan RS SMC. Untuk pengelolaan Pendapatannya dilakukan secara langsung dan pelaporan kepada pemerintah daerah hanya bersifat transitoris,” kata dia menjelaskan.