Beranda Kota Tasik Belum Pasti untuk Mall atau Dealer, Pemilik Lahan Langgar Aturan

Belum Pasti untuk Mall atau Dealer, Pemilik Lahan Langgar Aturan

104
0
BERBAGI

HZ MUSTOFA – Lahan di Jalan HZ Musfota tepatnya di Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung yang diuruk belum dipastikan untuk mall atau dealer. Namun, warga setempat sudah mengajukan kompensasi apabila lahan tersebut dijadikan tempat kegiatan usaha.

Lurah Tugujaya Dudu menjelaskan soal isu lahan itu bakal dibangun sebuah mal, perumahan ataupun dealer kendaraan belumlah benar. Hasil konfirmasinya, pemilik lahan belum memiliki rencana apa pun soal pemanfaatan lahan tersebut.

“Kami sudah mengonfirmasi pemilik lahan, menjemput bola apabila hendak melakukan pengurusan izin atau berencana membangun sesuatu. Tetapi pemilik mengatakan belum berencana akan diapakan hanya diuruk dulu saja,” bebernya saat dihubungi Radar, Senin (9/4).

Vote

Di sisi lain, warga sudah mempertanyakan hendak dijadikan apa lahan luas di Jalan HZ Mustofa itu. Bahkan beberapa warga sekitar sudah siap memberikan izin dengan catatan beberapa kompensasi harus dipenuhi.

“Iya memang warga sudah mengajukan untuk membuat irigasi atau drainase. Sebab di sana rentan genangan air. Di sisi lain, pemilik belum berencana membangun. Sementara pengurukan juga kan tidak ada perizinannya,” jelas Dudu.

Sementara itu, Kasi Wasdik Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Budi Hermawan mengaku sudah mengecek dan menggali informasi ke lokasi serta berkoordinasi dengan kelurahan setempat terkait lahan tersebut.

Hanya saja di lokasi terdapat para pegawai yang menggarap pengurukan.

“Memang kami ke sana juga di lokasi tidak ada penanggungjawabnya. Hanya pihak penggarap pengurukan. Dan rencana pembangunan mal atau apa pun belum ada keputusan dari pemilik,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pemilik lahan untuk menggali informasi rencana pembangunan lahan di jalur dua itu.

“Memang masih proses pengurukan, tetapi sudah ada dampak dan idealnya pemilik menempuh sosialisasi terhadap warga sekitar,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi menjelaskan setiap jenis kegiatan yang mengubah kondisi awal atau existing, wajib memiliki dokumen Amdal atau UKL/UPL.

“Sesuai amanat undang-undang harus miliki dokumen. Meski hanya pengurukan kan itu ada dampak mulai dari arus kendaraan macet, kebisingan, jalan menjadi kotor. Sebelumnya kan tidak seperti itu,” ungkapnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindaklanjuti dan melakukan pengecekan apakah kegiatan pengurukan lahan sudah mengantongi izin lingkungan.

Sebab, sudah terjadi dampak terhadap lingkungan sekitarnya. “Bukan semata membangun saja harus kantongi izin, kegiatan apapun yang terjadi pengubahan itu harus. Kita sudah minta Satpol PP menindaklanjuti, kalau belum ada izin, aktivitas harus berhenti sementara,” kata dia. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here