Bimbingan Pranikah Tekan Angka Perceraian

TAROGONG KIDUL – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut menggiatkan program bimbingan pranikah.

Tujuannya untuk menekan angka perceraian yang cukup tinggi. Hal itu sejalan dengan Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor 373 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Perkawinan Bagi Calon Pengantin, yang disempurnakan dengan Peraturan Nomor 848 Tahun 2017.

“Alhamdulillah, program kita sudah berjalan. Semisal 20 ribu jumlah pengantin, dalam setahun tidak kurang 700 pasangan pengantin yang bercerai. Itu yang menjadi acuan kami untuk menjalankan program tersebut,” ungkap Kepala Fasilitator Bimbingan Pranikah Kemenag Kabupaten Garut Drs H Jenal Mutakin Jumat (6/4).

Dalam Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor 848 Tahun 2017, kata dia, bimbingan tidak hanya diberikan kepada calon pengantin. Tapi juga remaja usia pranikah.

Sebab itu, ke depannya bimbingan tentang pernikahan tidak hanya akan diberikan kepada calon pengantin, tapi juga muda-mudi usia Pranikah.

Dia menjelaskan untuk mewujudkan keluarga yang bahagia, calon pengantin harus diberi ilmu tentang rumah tangga yang baik. Caranya dengan bimbingan pra nikah tersebut. Program itu bisa menambah wawasan calon pengantin tentang pernikahan dan program kinerja rumah tangga.

“Saat ini, tidak cukup menikah hanya karena cinta sama cinta. Kalau tidak memiliki pemahaman, akhirnya banyak yang kecewa kemudian bercerai,” jelasnya.

Ada delapan poin yang disampaikan kepada calon pengantin dalam bimbingan pranikah. Seperti menjaga kokohnya rumah tangga, reproduksi dan kesehatan keluarga, dinamika rumah tangga, penanggulangan problematika keluarga, hingga komunikasi suami dan istri.

“Minimal punya pemahaman setelah menikah apa program yang dilakukan ke depan, jadi punya target dalam berumah tangga itu,” ungkapnya. (mg3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *