Beranda Rakyat Garut BPK Masih Temukan Potensi Korupsi

BPK Masih Temukan Potensi Korupsi

20
0
BERBAGI
CEGAH KORUPSI. Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Arman Syifa (dua kiri) berfoto bersama Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng (kiri) dan para narasumber usai seminar di Pendopo Kabupaten Garut Selasa (3/4).

GARUT KOTA – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) masih menemukan potensi korupsi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut tahun 2017.

“Potensi paling banyak itu pada sektor pelaksanaan pembangunan fisik dan jalan,” ujar Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Arman Syifa usai mengisi seminar pencegahan tindak pidana korupsi yang diselenggarakan Universitas Garut (Uniga) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah IV A Komisariat VII di Pendopo Selasa (3/4).

Menurutnya, temuan indikasi penyimpangan uang negara di Kabupaten Garut sudah berulang kali. Bahkan, hampir setiap tahun ada. Untuk tahun ini, BPK baru akan melakukan pemeriksaan. Lamanya sekitar dua bulan.

“Temuannya berulang. Tetapi secara statistik memang menurun,” tuturnya.

Soal jumlahnya, Arman mengaku tidak begitu hapal. Yang jelas, kata dia, temuan potensi korupsi di Garut memang ada.

“Nilai kerugiannya kami sudah catat. Tetapi saya tidak tahu jumlahnya berapa. Silakan saja diakses di temuan kami,” katanya.

Dia berharap Pemkab Garut segera menindaklanjuti laporan yang telah dibuatnya. Agar tidak terjadi kerugian negara. Jika tidak, maka akan menjadi masalah pidana.

“Kalau ada kerugian segera dipulihkan, jangan sampai ini jadi masalah pidana,” sarannya.

Dia menegaskan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) yang telah diraih Kabupaten Garut tidak menjamin potensi korupsi sudah hilang. Sebab itu, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan.

“Kegiatan seminar ini salah satu metode pencegahan yang dilakukan kami ini,” terang dia.

Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng seminar pencegahan tindak pidana korupsi harus menjadi pelajaran bagi yang menduduki kursi jabatan di pemerintahan.

Dia berharap ilmu dari seminar ini bisa di terapkan di semua sektor, baik pemerintahan maupun swasta.

“Kami mengajak semua pihak supaya ikut dalam mencegah korupsi sebelum adanya kejadian,” ajaknya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here