Beranda Tasikmalaya Darurat Perda Anak

Darurat Perda Anak

14
0
BERBAGI

PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya darurat peraturan daerah (perda) tentang anak. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat dihubungi Radar, Selasa (3/4).

Ato menjelaskan, daruratnya perda tentang anak karena angka kekerasan, pelecehan seksual dan permasalahan anak lainnya terus terjadi di kabupaten. Oleh karena itu pemerintah daerah secepatnya merealisasikan peraturan daerah tentang anak untuk melindungi hak hidup anak.

Menurut Ato, perda tentang anak itu sangat penting dibuat karena akan berdampak positif. Di antaranya sebagai dasar payug hukum untuk penerapan kebijakan dalam semua hal yang berkaitan dengan anak.

Termasuk keberadaan perda anak itu menjadi penting karena sebagai turunan teknis dari Undang-Undang RI tentang Anak.

“Dengan adanya perda anak, tingkat kekerasan dan pelecehan seksual yang dipicu permasalahan sosial bisa ditekan,” ungkapnya.

Oleh karena itu perda anak ini sangat dibutuhkan di Kabupaten Tasikmalaya dalam mengatur segala macam yang berkenaan tentang hak anak.

Melihat Kota Tasikmalaya yang jumlah penduduknya kurang dari satu juta sudah memiliki perda tentang anak.

Sedangkan Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai penduduk mencapai 1,7 juta belum memiliki, sementara kasus yang melibatkan anak cukup tinggi.

“Seharunya kita punya lebih dulu dibandingkan Kota Tasikmalaya, mengingat tingkat kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual cukup tinggi.

Dengan data seperti ini harusnya menjadi atensi serius bagi pemerintah daerah dalam merealisasikan perda,” ungkapnya.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya Azis Priyadi SH mengatakan pihaknya sudah menerima usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang anak dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMDPAKB).

“Ranperda tentang anak ini kemungkinan akan dibahas pada anggaran perubahan 2018. Jadi pembahasannya masih di tataran internal eksekutif dulu,” terangnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here