SHARE
Dr H Undang Sudrajat Ketua Dewas RSUD dr Soekardjo

TAWANG, RADSIK – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr Soekardjo Dr H Undang Sudrajat menegaskan pendapatnya dalam merespons persoalan Kerja Sama Operasional (KSO) Unit Transfusi Darah (UTD) bukan asal berpendapat. Melainkan berdasarkan hasil penelusuran dan pengkajian bersumber dari berbagai pihak kompeten.

Undang berterima kasih atas penilaian Ketua Yayasan Setara H Bayhaqi Umar yang menyebut hasil kajian dan telaahan Dewas terkait KSO rumah sakit asal bunyi. Tanggapan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran supaya Dewas bekerja lebih baik lagi. ”Namun, perlu dijelaskan bahwa sebelum kami menyampaikan pandangan dan masukan ke manajemen, ada kronologis yang kami tempuh,” tutur Undang kepada Radar, Jumat (17/6/2022) malam.

Pertama, kata dia, di RSUD telah melangsungkan rapat koordinasi pembahasan terkait UTD RSUD. Selain itu, pihaknya juga menerima laporan dari manajemen bahwa tidak memperpanjang KSO dengan Yayasan Setara.

”Waktu itu, Dewas tidak langsung memberikan tanggapan.

Kita merapatkan di internal dewan pengawas dan mempelajari aturan soal pelayanan darah,” ujarnya.

Undang menjelaskan dari hasil pengkajian aturan, pihaknya melihat bahwa UTD RSUD tidak dapat di- KSO-kan. Kemudian pihaknya berkonsultasi terhadap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai hal tersebut. ”Orang Kemenkes dr Yuli yang menangani persoalan UTD, berpendapat serupa. Bahwa, rumah sakit tidak bisa KSO dengan swasta atau yayasan dalam pengelolaan UTD,” tuturnya.