Beranda Olahraga Dihina lewat Video Provokatif, Viking Persib Club Hari Ini Lapor Polisi

Dihina lewat Video Provokatif, Viking Persib Club Hari Ini Lapor Polisi

26
0
BERBAGI

BANDUNG – Hari ini (29/3), Viking Persib Club (VPC) akan melaporkan video provokatif yang isinya menghina suporter Persib Bandung ke Polrestabes Bandung.

Panglima Viking Bandung, Yana Umar saat dikonfirmasi Jabar Ekspres (Radar Cirebon Group) membenarkan akan segera membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Yana beralasan, hal itu sudah melanggar Undang-undang (UU) ITE dan pencemaran nama baik.

”Besok (hari ini, red) akan ke Porlestabes Bandung untuk membuat laporan. Berkas sudah siap semua. Kita akan didampingi pengacara. Makana tong main-main sama Viking (Makanya jangan main-main dengan Viking),” sebut Yana saat ditemui di Stadion Si Dolig Kota Bandung, Rabu (28/3).

Penerus Ayi Beutik (Panglima Viking) tersebut menegaskan, kasus ini sengaja dibawa ke ranah hukum untuk menjadi efek jera bagi pemain mana pun yang melakukan tindakan tidak pantas.

Kemarin, video penghinaan kepada Viking dilakukan oleh oknum pemain Persija Jakarta. Videonya langsung viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 24 detik tersebut, tiga pemain Persija, Gunawan Dwi Cahyo, Riko Simanjuntak, dan Achmad Syaifullah semula menyanyikan Mars The Jakmania berjudul “Satu Jiwa”.

Riko Simanjuntak memainkan gitar, sementara Gunawan dan Achmad Syaifullah bernyanyi. Namun, nada sumbang Viking A***** terdengar di pengujung lagu.

Tak jelas siapa yang melontarkan kata-kata tak pantas tersebut. Namun, belakangan, Riko dan Gunawan meminta maaf dan menegaskan tidak mengatakan kalimat tak pantas tersebut.

”Saya secara pribadi memaafkan karena sesama manusia pasti membuat kesalahan. Tapi ini kan konteksnya komunitas. Jadi, kalau di-voting, semua distrik dikumpulkan, mereka memilih ini harus dibawa ke ranah hukum,” terangnya.

Dirinya menyayangkan attitude pemain sekelas mantan tim nasional melakukan hal tersebut. Seharusnya, lanjut dia, sebagai pemain professional, harus bisa menjaga attitude.

”Kalau sikapnya jelek gitu, apa klub lain mau menerima dia? Harusnya bisa berpikir ke sana. Kalau karirnya habis, terus anak sama istri mau seperti apa?” tanya Yana.

Jika hal tersebut diucapkan di atas lapangan, ditambah ada aksi dari Bobotoh, mungkin tidak akan dibawa ke ranah hukum. ”Kalau suporter saja nyanyi rasis dihukum, kalau pemaian gimana? Kalau antarsuporter nggak ada masalah. Tapi ini kan pemain. Lalu, apa motifnya?” tanya Yana lagi.

Yana mengaku, siang tadi (kemarin, red) istri Gunawan Dwi Cahyo mengubunginya dan meyakinkan jika suaminya itu tidak meyebut kata-kata rasis. Namun, Yana tetap dengan pendiriannya akan membawa hal itu ke ranah hukum.

”Ketika saya tanya, siapa yang ngomong, nggak mau ngaku. Ya sudah, kita akan tetap bawa ke ranah hukum. Mungkin nanti Gunawan statusnya jadi saksi dulu. Kalau nggak mau ngaku ya jadi tersangka,” katanya.

Di tambah, saat ini Viking dengan The Jak (Suporter Persija) dalam proses damai. Tapi, dengan kejadian ini, mungkin proses itu akan terhambat. ”Ini kita lagi coba damaikan, tapi pemainnya sendiri yang jadi provokator,” sebutnya.

Yana mengimbau kepada Bobotoh agar tidak terpancing dan membuat aksi balasan. Sebab, hal tersebut bisa menambah kegaduhan. ”Nya kabarudak ulah saruana (ke anak-anak Viking, jangan dilayani),” pesan Yana. (pan/RadarCirebon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here