SHARE
Ujang Sutaryat Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kabupaten Pangandaran

RADARTASIKMALAYA.COM – Permohonan dispensasi pernikahan dini di Kabupaten Pangandaran tinggi. Hal tersebut menyusul larangan menikah bagi pasangan di bawah usia 19 tahun sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pangandaran Ujang Sutaryat mengatakan, sebelumnya dalam UU No 1/1974, pasangan yang diizinkan menikah adalah pria minimal berusia 19 tahun dan perempuan minimal berusia 16 tahun. ”Namun sekarang untuk perempuan minimal berusia 19 tahun. Sama dengan pria,” katanya kepada Radar saat dihubungi, Kamis (23/6/2022).

Menurut dia, jika ada perempuan atau laki-laki di bawah 19 tahun ingin menikah diharuskan mengajukan dispensasi. ”Silahkan daftar ke Kantor Urusan Agama (KUA, Red), nanti di KUA akan dilakukan penolakan. Setelah itu mereka akan mengajukan ke Pengadilan Agama (PA) untuk mendapatkan dispensasi pernikahan,” ujarnya.

Pada 2021, jumlah yang mengajukan dispensasi pernikahan sebanyak 90 pasangan. ”Memang masih cukup tinggi untuk pengajuan dispensasi ini,” katanya.

Alasan pengajuan dispensasi nikah itu bermacam-macam, ada yang sudah kebelet nikah, hamil duluan, alasan meringankan beban orang tua dan lain-lain. ”Biasalah banyak sekali alasannya,” ucapnya.