Beranda Ciamis Diserang Jamur, Budidaya Gurame Rugi

Diserang Jamur, Budidaya Gurame Rugi

51
0
BERBAGI

CIAMIS – Cuaca ekstrim yang terjadi antara bulan Februari-Maret membuat ikan gurame mudah terserang penyakit. Seperti yang dialami Mumu (43) warga Dusun Cimas RT 1/1 Desa Ciomas Kecamatan Panjalu. Sebagian besar ikan gurame yang dibudidayakannya mati diserang jamur.

“Satu persatu ikan banyak yang mati sehingga rugi besar. Makanya, karena takut lebih rugi, terpaksa kami melelangnya sebagian,” ungkap Mumu saat bertemu di Ciamis Senin (26/3).

Dia mengaku menabur 300 ekor bibit ikan gurame yang dibelinya Rp 10.000 per ekor. Namun, sejak bulan Februari banyak ikannya yang mati. Warna sisiknya menjadi kemerah-merahan akibat serangan jamur. Bagian ekor ikan juga menjadi rusak.
“Karena budidaya gurame ternyata tidak tahan perubahan cuaca. Bila paginya panas kadang siangnya jelang sore hujan. Saya akan ganti dulu dengan ikan yang lebih tahan penyakit,” paparnya.

Vote

Tata Nugraha (32) pembudidaya ikan gurame lainnya mengaku rugi besar. Dari 2.800 ekor ikan gurame yang dibudidayakan, seribu diantaranya telah mati. Ia pun mengaku bingung menghadapi kondisi itu. “Bulan ini membudidayakan ikan gurame rugi besar,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Otong Bustomi menyarankan pembudidaya ikan gurame menjaga kebersihan kolam mereka. Salah satunya dengan menerapkan biosecurity yaitu dengan cara memberikan obat herbal dan vitamin secara intensif menjelang pergantian musim.

Obat herbal yang bisa digunakan untuk gurame antara lain daun sirih, batang pisang, kamboja atau bahan rempah lainnya. Juga membuat bak sedimentasi khusus untuk mencegah penyebaran penyakit. “Jika perlu sterilkan dengan menggunakan kaporit, dosis 30 mili liter air,” jelasnya.

Pembudidaya juga disarankan mempertahankan PH air tetap netral (6-9) dengan melakukan treatment khusus. Seperti melakukan pengapuran menggunakan kapur dolomik. Dosisnya 10 sampai 50 gram. Kemudian, melakukan penggantian air secara berkala terutama pada kolam-kolam airnya sudah jelek. Terakhir, gunakan probiotik untuk membantu mempercepat proses dekomposer bahan organik. “Juga, jangan terlalu sering memindahkan ikan dari satu tempat ke tempat lain,” imbaunya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here