Dua Janda Bunuh Dua Bayi

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut berhasil mengungkap dua kasus pembuangan bayi yang dilakukan dua janda muda. Dua kasus tersebut terjadi hampir berdekatan dalam dua pekan terakhir.

Kasus pertama terjadi di daerah Kampung Cibancong Desa Cimahi Kecamatan Caringin pada tanggal 12 April 2018. Sang bayi dibunuh lebih dulu sebelum dibuang.

“Kasus ini korbannya bayi laki-laki, ditemukan di Sungai Cilaki, berbatasan dengan Cidaun Kabupaten Cianjur,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan saat ekspos Senin (16/4).

Dalam kasus itu, kata dia, polisi mengamankan perempuan berinisial TN (25) warga di sekitar lokasi penemuan mayat bayi. TN adalah ibu bayi malang tersebut. Janda muda ini membunuh sang buah hati dengan cara mencekiknya menggunakan celana dalam yang ia kenakan saat melahirkan.

“Tersangka ini melahirkan sendiri secara normal di kamar mandi rumahnya,” terang dia.

Tidak ingin aksinya diketahui orang, kata Budi, tersangka kemudian membungkus jasad bayinya dengan kaos hitam. Jasad bayi kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik warna hitam dan disimpan beberapa saat di kamar mandi, sebelum dibuang.

“Pelaku membuang jasad bayi itu di Sungai Cilaki di daerah Cidaun,” terangnya.

Menurut Budi, tersangka sengaja membunuh bayinya karena malu telah hamil di luar nikah. Apalagi, pria yang menghamilinya tidak bertanggungjawab.

“Tersangka nekat melakukan itu karena malu,” terangnya.

Kasus serupa, lanjut Budi, terjadi di Kampung Godok Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan pada tanggal 13 April 2018.

Polisi mengamankan janda muda berinisial ST (35). Tersangka diduga sengaja membunuh bayi perempuan yang baru dilahirkannya.

Meski, kepada polisi, ST mengaku tidak sengaja membunuh bayinya. Saat itu, dia mengaku hendak memandikan sang bayi di kamar mandi, usai melahirkan.

Namun dia mengalami pendarahan hebat, hingga pingsan di kamar mandi. Sang bayi pun tercebur ke tempat penampungan air.

“Awalnya tersangka mau memandikan korban dengan tangan sendiri, namun akibat pingsan karena pendarahan hebat, akhirnya korban meninggal dalam jolang yang ada airnya,” ungkapnya.

Setelah sadar, kata dia, tersangka justru memasukan jasad buah hatinya ke dalam kantong plastik untuk dibuang.

“Korban sempat disembunyikan di dapur hingga keesokan harinya dibuang ke saluran irigasi dekat rumahnya,” terang dia.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 359 dan Pasal 181 KUHP, serta pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (3) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (yna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *