SHARE
UNJUK RASA. Puluhan aksi massa dari Lembaga Kajian Anggaran (LKA) bersama masyarakat dan ormas lainnya unjuk rasa di depan kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya dengan membakar ban, Jumat (3/6/2022).DIKI SETIAWAN / radartasikmalaya.com

TASIK, RADSIK – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Lembaga Kajian Anggaran (LKA) berunjuk rasa di Halaman Gedung Bupati Tasikmalaya, Jumat (3/6/2022). Mereka menyampaikan dugaan korupsi bantuan keuangan (bankeu) senilai Rp 87 miliar untuk desa-desa pada 2019.

Di sela-sela menyampaikan empat tuntutannya, para pengunjuk rasa membakar ban. Asap hitam pun mengepul di depan pintu masuk gedung. Massa sempat saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ketegangan massa aksi bisa diredam setelah diizinkan masuk ke gedung bupati. Di dalam gedung, mereka memasang spanduk di depan ruangan Bupati Tasikmalaya. Hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan lantaran mereka tidak bisa menemui H Ade Sugianto untuk meminta penjelasan terkait persoalan bankeu.

Ketua LKA Tasikmalaya Doni Ridwan menerangkan kepala daerah bertanggung jawab atas penyaluran Bankeu 2019 yang diduga ada markup dan mal administrasi. Dari sekian desa yang menerima bankeu itu ada yang tidak memiliki dokumen pengusulan. Atau tanpa mengusulkan.

Maka dari itu, dia meminta aparat penegak hukum bisa menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan Bankeu 2019 untuk membongkar dalang dan pihak-pihak terkait di balik persoalan tersebut.