Beranda Tasikmalaya Gagal Tangani Gizi Buruk

Gagal Tangani Gizi Buruk

Pengentasan Kemiskinan Solusi Selesaikan Stunting

49
0
BERBAGI

SINGAPARNA – Ratusan balita yang mengalami gizi buruk kronis atau stunting merupakan kegagalan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menangani permasalahan sosial masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna kepada Radar, Senin (9/4).

Nana mengaku kaget dengan banyaknya kasus gizi buruk kronis yang menyerang hampir 400 balita di kabupaten. “Saya kira ini merupakan kegagalan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya serta kegagalan dalam mengurus masyarakat,” katanya.

Adanya kasus gizi buruk kronis yang cukup banyak menandakan pemerintah tidak peka dengan kondisi masyarakat. Kemudian pemkab saat ini hanya fokus dalam pembangunan infrastruktur yang juga masih belum maksimal. Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan masalah seperti gizi buruk kronis masih setengah-setengah. “Yang dampaknya seperti sekarang, jumlah penderita gizi buruk kronis cukup tinggi,” bebernya.

Maka dari itu, pemerintah harus merubah konsep atau program supaya banyak yang berpihak kepada kepentingan masyarakat secara langsung, terlebih masyarakat yang kurang mampu. Karena munculnya permasalahan gizi buruk kronis berawal dari faktor perekonomian masyarakat yang rendah. “Sejauh ini program pengentasan kemiskinan belum maksimal dilaksanakan,” bebernya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya dr Faisal Soeparyanto mengatakan kabupaten merupakan 100 daerah yang menjadi prioritas dalam penangan permasalahan gizi buruk di Indonesia.

“Dan permasalahan gizi buruk kronis ini tidak hanya oleh Dinas Kesehatan melainkan harus semua unsur terlibat dalam menyelesaikannya,” terangnya.
Gizi buruk kronis memang diawali dari permasalahan kemiskinan masyarakat. Oleh karena itu untuk memutus mata rantai kasus ini harus ada peningkatan perekonomian masyarakat kurang mampu.

“Dari segi kesehatan kita sudah memberikan obat tablet penambah darah ke setiap remaja putri sampai menjadi ibu hamil dan melahirkan. Termasuk terus melakukan penyuluhan gizi seimbang kepada masyarakat, karena dengan pemenuhan gizi menjadi salah satu kuncinya. Sejauh ini masih banyak masyarakat yang gizinya tidak seimbang, itu karena daya beli atau perekonomian mereka masih rendah,” paparnya. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here