Beranda Ciamis GNPF-MUI Mengutuk Keras Puisi Sukmawati

GNPF-MUI Mengutuk Keras Puisi Sukmawati

19
0
BERBAGI

CIAMIS – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Kabupaten Ciamis Ustaz Deden Badrul Kamal mengutuk keras puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri, karena dinilai berbau SARA dan menistakan agama.
”Termasuk kami umat Islam di Kabupaten Ciamis mengutuk keras Sukmawati yang membacakan puisi yang berbau SARA dengan menistakan agama,“ ujar Ustaz Deden kepada Radar di Ciamis Rabu siang (4/4).
Dalam waktu dekat, kata Ustaz Deden, pihaknya akan beraudensi dengan kepolisian dan DPRD Ciamis. Tuntutannya, agar Polres Ciamis menyampaikan ke Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus puisi Sukmawati.
Begitu juga DPRD Ciamis. Ustaz Deden menyampaikan tuntutan dari para ulama Ciamis kepada legislatif untuk mendesak kepolisian menuntaskan kasus Sukmawati.
“Bila dibiarkan jelas umat Islam akan bereaksi di mana-mana. Termasuk di Ciamis juga tidak bisa dibendung akan berangkat ke Jakarta, bila dibiarkan. Tidak diproses hukum,“ jelasnya.
Ustaz Deden berharap kasus Sukmawati tidak berlarut. Karena, jika penanganannya tidak serius, tidak menutup kemungkinan alumni Aksi 212 akan bangkit lagi.
Bila polisi cepat tanggap dan memproses kasus Sukmawati, tentunya, kata Ustaz Deden, umat Islam tidak akan bergejolak berkepanjangan.
“Kami juga mendesak kepada Sukmawati agar meminta maaf secara terbuka melalui media massa kepada seluruh umat Islam,“ harap tokoh yang ikut memimpin Aksi Massa 212 dari Ciamis ke Jakarta ini.
Di Jakarta, Rabu sore (4/4), Sukmawati Soekarnoputri akhirnya memberikan penjelasan terkait puisi Ibu Indonesia yang dia bacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya.
“Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan semata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia,” tutur Sukmawati dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Rabu sore (4/4).
Puisi itu dia tulis sebagai bentuk ekspresi melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara.
“Namun karena karya sastra ini memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia. Khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata Sukmawati. (isr/boy/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here