Beranda Kota Tasik Guru Madrasah Gelar Aksi Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf

Guru Madrasah Gelar Aksi Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf

7
0
BERBAGI

TASIK- Menyikapi kasus pernyataan salah satu anggota DPR RI Arteria Dahlan yang menyematkan kata “Bangsat” kepada Kementerian Agama RI ketika rapat Komisi III DPR RI, Rabu (28/3) lalu, Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya melakukan aksi di halaman DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pernyataan wakil rakyat tersebut, Senin (2/4) siang.

Koordinator aksi yang sekaligus ketua PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyarie mengatakan, bahwa pernyataan yang dilontarkan Arteria Dahlan dianggap tidak pantas dan telah melukai perasaan keluarga besar Kementerian Agama secara keseluruhan.

“Di Kemenag itu kan ada banyak elemen, ada pondok pesantren, ulama, guru madrasah, sebagai bagian dari keluarga besar Kemenag. Ketika itu (pernyataan Arteria, red) disampaikan, maka terkesan seluruh elemen dalam Kemenag ini tidak memiliki citra positif di mata pemerintah,” ujar Asep ditemui di sela aksi.

Vote

Melalui aksi tersebut, pihaknya meminta DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan protes dan tuntutan mereka kepada Arteria Dahlan agar segera meminta maaf kepada publik.

Berikut tuntutan-tuntutan yang diajukan massa saat melakukan aksi damai:

  1. Meminta secara tegas kepada Arteria Dahlan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan media, baik cetak, elektronik, maupun media sosial kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama;
  2. Meminta dengan tegas kepada Badan Kehormatan Dewan, agar segera memanggil Arteria Dahlan untuk mempertanggungjawabkan ucapannya;
  3. Meminta kepada Pimpinan Fraksi salah satu partai politik tempat bernaung Arteria Dahlan untuk memberikan teguran secara tegas serta me-non-aktifkan Arteria Dahlan dari keanggotaan DPR RI.

Selain menyampaikan tuntutan untuk Artarita Dahlan, jelas Asep, aksi tersebut juga menjadi bentuk teguran kepada para wakil rakyat untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

“Harus jadi pelajaran juga bagi anggota DPR Daerah sebagai wakil rakyat supaya tidak melakukan kesalahan yang sama. Kritik itu boleh, tetapi harus solutif, bukan menyebar caci maki dan kebencian,” ujarnya kepada Radartasikmalaya.com.

Asep menambahkan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga Arteria Dahlan memenuhi tuntutan massa. Jika tidak, kata Asep, maka pihak PGM Kota Tasik siap untuk mengerahkan 2000 guru-guru madrasah untuk secara langsung datang ke Jakarta dan menuntut pihak yang bersangkutan.

Menjawab permintaan massa, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin mengatakan bahwa pihaknya akan segera meneruskan surat tuntutan massa aksi ke pemerintah pusat.

“Kemenag itu perannya sangat besar, terutama di Kota Tasik sebagai kota santri. Nanti akan kami sampaikan ke pusat, dan kami harapkan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Agus di hadapan massa aksi. (sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here