SHARE
ilustrasi kepala sekolah

TASIK, RADSIK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan seleksi bagi calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP beberapa waktu lalu. Seleksi ini untuk memenuhi kekosongan di 350 SD dan 16 SMP.

Sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 40 tahun 2021 bahwa kepala sekolah harus lolos seleksi guru penggerak. Namun, daerah boleh mengangkat yang bukan merupakan komponen guru penggerak. Mereka boleh diangkat satu periode selama guru penggerak di daerahnya belum terpenuhi/mencukupi. Hal itu untuk dilakukan semata-mata untuk menutupi kekurangan kepala sekolah.

Fasilitator Guru Penggerak Kabupaten Tasikmalaya Irvan mengungkapkan, dalam mengisi kekosongan kepala sekolah di jenjang SD khususnya memprioritaskan guru-guru penggerak yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

“Selain sudah ada regulasinya, juga merupakan wujud apresiasi. Karena memang bahwa syarat untuk menjadi kepala sekolah harus dari guru penggerak. Terkecuali memang di daerah tersebut tidak ada guru penggerak, itu boleh merekrut yang bukan guru penggerak,” ujarnya kepada Radar, Minggu (19/6/2022).

Irvan menjelaskan, salah satu syarat kepala sekolah menurut Permen 40 tahun 2021 adalah memiliki sertifikat guru penggerak. Terkecuali jika tidak ada guru penggerak, maka kewenangan daerah untuk menyeleksi dan mengangkat kepala sekolah.