SHARE
MAHAL. Harga cabai merah terus mengalami kenaikan di Pasar Cikurubuk, Rabu (8/6/2022). Petani dan pedagang berharap kondisi itu segera membaik di tengah melonjaknya permintaan pembeli.Firgiawan/radartasikmalaya.com

TASIK, RADSIK – Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan secara signifikan di pasar tradisional di Kota Tasikmalaya. Hal ini memaksa masyarakat harus lebih irit dalam belanja kebutuhan dapur.

Kenaikan harga meliputi sayur-mayur, daging, bumbu, cabai dan kebutuhan dapur lainnya. Daya beli masyarakat pun kian mengalami penurunan dengan kondisi tersebut.

Di Pasar Induk Cikurubuk, harga cabai domba menembus angka Rp 80 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang sayur, Ninih Kurniasih (47) menuturkan cabai domba dari pekan ke pekan mengalami kenaikan, seiring tingginya harga yang dia dapatkan dari petani, lantaran pasokan yang minim. ”Paling mahal sekarang cabai domba yang paling diminati dan dijual Rp 80 ribu bahkan ada yang sampai 100 ribu per kilogram,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Pedagang lainnya di Pasar Induk Cikurubuk, Linda Rahmawati (38) menuturkan hal serupa. Kenaikan dipicu pasokan yang kurang sementara kebutuhan tinggi. ”Kita juga malah cenderung sepi. Jual harga segitu peminatnya malah keberatan,” tuturnya.

Di Pasar Pancasila, salah seorang pedagang sayur, Ahmad Rizal (45) mengatakan harga cabai rawit beberapa pekan sebelumnya di angka Rp 50.000-Rp 60.000 per kilogram. Kali ini harganya berlipat ganda hingga tembus Rp 100.000 per kilogram. ”Apalagi cabai rawit domba, sampai Rp 120.000,” ujarnya kepada Radar, Rabu (8/6/2022).