Beranda Pangandaran Harus Inovatif dalam Mempromosikan Wisata

Harus Inovatif dalam Mempromosikan Wisata

3
0
BERBAGI
AKTIVITAS. Para wisatawan menikmati wisata bahari di Pantai Pangandaran, Senin (26/3). Potensi wisata ini harus terpromosikan dengan baik oleh BPPD.

PANGANDARAN – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) merupakan lembaga strategis untuk daerah yang memiliki potensi pariwisata cukup besar seperti Kabupaten Pangandaran. Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDIP Asep Noordin berharap BPPD dapat menjadi ujung tombak promosi daerah.

“Bukan hanya amanat Undang-Undang 10 Tahun 2009, pembentukan BPPD sebetulnya sudah kita siapkan payung hukumnya. Kita sudah punya perda tentang penyelenggaraan pariwisata yang di dalamnya tersirat ada pasal yang mengatur tentang pembentukan BPPD,” ungkapnya kepada Radar, Senin (26/3).

Terkait siapa saja yang akan mengisi posisi BPPD, Asep tidak mempermasalahkan. Namun, formasinya sudah baku secara nasional yaitu perwakilan asosiasi kepariwisataan empat orang, asosiasi profesi dua orang, wakil asosiasi penerbangan seorang dan pakar atau akademisi dua orang. “Saya berharap siapa pun nanti orangnya, yang penting mereka harus paham apa yang harus dipromosikan, dijual dan seterusnya,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, BPPD juga harus memiliki rencana strategi untuk mengembangkan, mengemas dan menjual pariwisata yang ada di daerah. “Destinasi wisata di Pangandaran sangat banyak, karena itu pemerintah dan BPPD harus fokus. Destinasi mana saja yang akan dijual atau dibenahi tahun ini dan seterusnya. Sehingga seluruh SKPD dan elemen-elemen yang ada pun bisa fokus ke titik yang sama,” ujarnya.

Asep berharap orang-orang yang akan mengisi BPPD nanti merupakan orang-orang yang memiliki kemauan, inovasi dan visi yang jelas untuk memajukan pariwisata. “Untuk hal-hal teknis itu bisa dilakukan oleh akademisi atau menggunakan jasa para pakar IT, bahkan bisa kerja sama dengan lembaga-lembaga yang memang punya kemampuan di bidang itu,” ungkapnya.

“Dan BPPD ini harus berimbang, harus betul-betul menggunakan ilmu informasi yang tinggi, harus menggunakan IT canggih, harus membuat web, menyediakan data-data kepariwisataannya yang lengkap dan seterusnya,” imbuh Asep.

Menurutnya, ukuran keberhasilan BPPD, salah satunya bisa ditentukan dari peningkatan kunjungan. “Salah satu value-nya itu berapa nanti mampu menjual dan menghadirkan wisatawan. Itu kan tergantung dari apa yang sudah dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pangandaran sangat luar biasa. Namun membutuhkan sentuhan dan inovasi dalam pengemasan dan promosi. “BPPD ini walaupun lebih fokus ke bidang promosi, namun juga harus berani masuk ke dalam. Apalagi destinasi yang baru-baru sekarang ini mayoritas berada di wilayah kawasan hutan dan tentunya ini harus ada langkah-langkah untuk menyamakan sudut pandang seluruh stakeholder pariwisata,” ungkapnya. (nay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here