SHARE
ilustrasi hibah

RADARTASIKMALAYA.COM – Persoalan hibah bibit ternak untuk kelompok peternak dinilai perlu dipaparkan secara detail. Hal tersebut untuk mencegah kecurigaan dan asumsi-asumsi negatif kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Andi Lala meminta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan membuka secara rinci hibah untuk kelompok peternak. Pasalnya hal itu sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk bisa transparan. “Memang harus terbuka kan,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (22/6/2022).

Dari informasi yang dia serap di lapangan, ada beberapa asumsi negatif yang muncul. Di antaranya sebagian penerima merupakan kelompok dadakan.

Hal itu tentunya tidak adil untuk peternak lama yang menurutnya lebih berhak untuk dibantu. “Makanya harus dijelaskan, yang dapat hibah itu kelompok peternak mana saja,” ucapnya.

Selain itu, ada juga asumsi beberapa kelompok peternak yang hanya dimanfaatkan untuk legalitas saja. Karena setelah itu ternak hasil hibah di bawa ke tempat lain. “Seolah hanya numpang nama saja,” katanya.

Tentunya asumsi negatif ini bisa ditepis dengan transparansi dari DKPPP. Jika memang ternyata benar ada kekeliruan, maka harus diperbaiki. “Kalau tidak ada masalah kan tidak harus ditutup-tutupi,” ucapnya.