SHARE
ilustrasi hibah

INDIHIANG, RADSIK – Pencegahan penyalahgunaan hibah bibit atau bakalan ternak di Kota Tasikmalaya tidak dilakukan hingga ke lapangan. Terutama oleh DPRD.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Andi Warsandi menuturkan sejauh ini pihaknya tetap melakukan pengawasan, termasuk soal hibah ternak. Namun lebih secara administrasi ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP). ”Memang kalau sampai cek ke peternaknya belum,” ujarnya kepada Radar, Kamis (16/6/2022).

Berdasarkan hasil rapat komisi, pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Bukan hanya OPD secara umum. Tetapi sampai ke bidang-bidangnya. ”Juga pengecekan ke lapangan, termasuk peternak,” katanya.

Disinggung soal potensi kenakalan atau hibah fiktif, pihaknya percaya hal itu tidak terjadi di Kota Resik. Maka dari itu, selama ini prosesnya berjalan tanpa ada kendala. ”Kalau asumsi-asumsi ya belum jelas,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya mengingatkan kepada orang-orang berwenang di DKPPP untuk bisa melaksanakan hibah sebagaimana mestinya. Jangan sampai ada penyelewengan dalam pendistribusian hibah. ”Jangan main-main soal hibah,” tuturnya.

Soal sasaran hibah ternak yang hanya meliputi sebagian kelompok peternak, menurut dia, bukan masalah. Apalagi selama ini dia sendiri belum pernah menangkap keluhan peternak soal hibah.