Beranda Insiden Indikasi di Sekolah tak Aman, Januari-April 2018 Terjadi 4 Kasus Kekerasan Seksual...

Indikasi di Sekolah tak Aman, Januari-April 2018 Terjadi 4 Kasus Kekerasan Seksual pada Pelajar

37
0
BERBAGI
ilustrasi kekerasan seksual

Harus ada Upaya Antisipasi Konkrit, Jangan Nunggu Kejadian Berikutnya

KOTA TASIK – Kasus kekerasan baik fisik, mental maupun seksual di lingkungan sekolah sedikitnya sudah sepuluh kali terjadi sejak Januari 2018.

Empat di antaranya merupakan kekerasan dalam bentuk seksual kepada pelajar.

Vote

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi menyebut sejak awal tahun 2018, kekerasan terhadap siswa di lingkungan sekolah ibarat menjadi tren.

Terakhir adalah kasus yang dilaporkan Ra, pelajar kelas VIII di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya

BACA JUGA: Oknum Guru PNS Raba-Raba Murid Saat Sedang Belajar

“Tahun kemarin (2017) kan lebih kepada permasalahan hak asuh, tahun ini malah berubah tren menjadi kekerasan di sekolah,” katanya.

Sepuluh kasus disebutkan Eki,  baru sebatas kejadian yang muncul ke publik. Dia yakin masih ada kasus-kasus serupa lainnya, hanya saja diselesaikan tanpa menempuh jalur hukum.

”Apalagi yang berhubungan asusila, biasanya ditutup-tutupi,” terangnya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk bisa duduk bersama menangani kasus kekerasan anak yang tidak ada habisnya.

Karena bagaimanapun harus ada upaya konkrit mengantisipasinya supaya tidak terulang.

“Jangan sampai dari kejadian yang sudah terjadi beberapa kali, kita hanya menunggu kejadian berikutnya,” tegas Eki.

BACA JUGA: “Predator” Anak Ada di Kelas, Orang Tua Resah

Terkait kasus Ra, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap kondisinya yang masih drop. Yang bekerjasama dengan P2TP2A, Ra pun akan didampingi oleh psikolog.

“Sebab yang kami prioritaskan adalah kondisi korban,” tuturnya.

Untuk proses hukum laporan dugaan pencabulan, kata Eki, dia mempercayakan kepada pihak berwenang untuk mengusutnya.

Jika memang kepala sekolah tersebut melakukan tindak pidana terhadap Ra,  maka harus menerima konsekuensinya. “Kita serahkan saja kepada kepolisian dan menunggu perkembangan kasusnya,” tandas dia. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here