Beranda Banjar Jalur Rel Berubah Jadi Pemukiman

Jalur Rel Berubah Jadi Pemukiman

11
0
BERBAGI

BANJAR – Kementerian Perhubungan berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Banjar dengan Pangandaran. Namun, jalur rel milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero itu sudah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk.

Seperti yang terjadi di Lingkung Sumanding Kulon Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar. Di sana kurang lebih berdiri 50 unit bangunan permanen di atas tanah milik PT KAI. “Saya sewa. Bayarnya langsung ke PT KAI. Ada buku pembayarannya juga. Sewanya tiap tahun,” kata salah seorang warga, Ujang Selasa (27/3). Setiap bangunan, kata dia, harganya sewanya tidak sama. Tergantung ukuran tanahnya.

Tokoh pemuda setempat Oji Fauzi (40) menuturkan seluruh bangunan yang berdiri di atas tanah milik PT KAI telah menempuh perjanjian hak guna pakai antara warga dengan PT KAI. Ia pun mengatakan hak guna pakai lahan ini sejak tahun 2007 sepanjang 2 kilometer. “Setiap satu kepala keluarga warga di sini membayar iuran ke bagian aset PT KAI sebesar Rp 600.000 per tahun, tergantung besar dan kecilnya bangunan tersebut,” jelasnya.

Vote

Sementara itu, selain sudah ditempati rumah-rumah penduduk, rel kereta pun hilang. Menanggapi itu Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar Sirojul Muntaha menilai rel bukan hilang secara misterius, melainkan dicuri. Untuk itu PT KAI harus bertindak tegas dan segera mengusutnya.

Selain itu, lahan PT KAI yang dipakai oleh masyarakat pun harus jelas. “Jangan sampai ketika lahan PT KAI akan dipakai kembali, malah muncul permasalahan dengan masyarakat apalagi sampai ada penggusuran paksa tanpa ada ganti rugi yang sesuai,” ucapnya.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus SSos MSi mengatakan selama memenuhi prosedur dan sesuai aturan serta kesepakatan, pada prinsipnya aset PT KAI bisa disewa perseorangan ataupun kelompok. “Kami di wilayah Tasikmalaya juga Banjar memiliki perwakilan resmi yang khusus menangani masalah sewa aset dan penjagaan aset. Artinya, kami menerima dan akan menindaklanjuti keinginan masyarakat jika ada yang ingin melakukan sewa aset PT KAI,” jawabnya via WhatsApp.

Ditanya terkait nasib warga yang menempati bantaran rel soal adanya rencana reaktivasi jalur Banjar-Pangandaran, Joni tidak memberikan jawaban. Dia menyarankan untuk menghubungi Kementerian Perhubungan. (mg4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here