Beranda Nasional Jika Amien Rais Diproses Hukum, Korsa Ancam Polisi

Jika Amien Rais Diproses Hukum, Korsa Ancam Polisi

12835
0
BERBAGI

JAKARTA – Pernyataan Amien Rais soal partai setan vs partai Allah akhirnya berujung laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut diklakukan oleh Cyber Indonesia di Polda Metro Jaya, Minggu (15/4/2018).

Atas pelaporan tersebut, Komunitas Relawan Sadar (Korsa) pun mengancam polisi agar tak memproses laporan tersebut.

Vote

Demikian disampaikan Koordinator Korsa, Amirullah Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/4/2018).

Mantan relawan Jokowi itu mengancam, jika proses dilanjutkan, Korsa berada di barisan terdepan untuk membela Ketua Penasehat Persaudaraan Alumni 212 itu.

Pihaknya, ancam Amirullah, akan mengkonsolidasikan semua kekuatan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

Tak tanggung-tanggung, ia meyakinkan gerakan perlawanan itu akan melebihi aksi 212 lalu.

“Bila tindakan seperti ini dibiarkan, maka akan sangat berbahaya bagi demokrasi dan kebebasan bicara di negeri ini,” ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut Amirullah mengaku sangat kecewan terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Disebutnya, proses hukum terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintahan berjalan dengan kilat.

Malah, ia menyebut sejumlah kasus dimaksud terkesan dipaksakan sehingga menjurus kepada upaya kriminalisasi.

Salah satu contoh adalah penangkapan tokoh-tokoh bangsa dengan tuduhan makar.

Karena itu, ia mengajak seluruh rakyat Indonesia memilih presiden baru dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Jika ingin mewujudkan hukum sebagai panglima dan hukum tegak dengan adil di negara ini,” jamin Amirullah.

Terkait pelaporan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu, pihaknya menilai hal itu sebagai bentuk pembungkaman Amien yang selama ini dikenal kritis.

Selain pembungkaman, Amirullah juga meyakini hal itu sekaligus bentuk tekanan psikologis terhadap orang atau kelompok yang ingin melakukan kritik keras terhadap pemerintah.

“Tindakan pelaporan Amien Rais ini kami nilai dilakukan untuk menekan dan menciptakan ketakutan kepada orang-orang yang ingin mengkritisi pemerintahan Joko Widodo,” kata Amirullah.

Lebih lanjut, Amirullah menyimpulkan bahwa pelaporan Ketua Penasehat Persaudaraan Alumni 212 itu tidaklah terlalu kuat.

“Dasar pelaporannya hanya pernyataan tentang partai Allah dan partai setan,” katanya.

(ruh/pojoksatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here