SHARE

Saat perkelahian terjadi, Eti Rohayati menghampiri dan melerai pertarungan kakak-adik tersebut. Namun, Eti terdorong hingga jatuh. Kepala belakang Eti membentur tembok lantai hingga robek dan berdarah.

”Akibat penganiayaan tersebut, kepala bagian belakang Eti mengalami luka robek cukup besar hingga (Eti Rohayati, red) pingsan. Dan, akhirnya warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut membawa korban ke RSUD SMC,” jelas dia.

Wajib Lapor

Difasilitasi aparat Polsek Singaparna, ZAM dan SEH akhirnya islah. Proses islah dihadiri ayah kandung keduanya, Endang (56), keluarga bersama anggota Kepolisian Sektor Singaparna.

Dalam proses islah itu, ada beberapa poin penting yang dicapai secara mufakat. Di antaranya, baik orang tua maupun kedua anaknya menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan tidak akan dilanjutkan ke ranah hukum.

Pihak pertama yang diwakili suami korban bernama Endang, pihak kedua yakni ZAM (29) dan SEH (24) sudah saling memaafkan.

Selanjutnya, kedua pelaku perkelahian diwajibkan melakukan wajib lapor ke Polsek Singaparna setiap hari Kamis selama satu bulan. Poin terakhir, pihak kedua yakni pelaku siap dituntut secara hukum apabila mengingkari poin-poin yang telah dibuat.