SHARE

”Jadi dilakukan musyawarah dan islah. Ini kesepakatan keluarga yakni korban, suami korban, keluarga korban dan anaknya. Jadi tidak masuk ranah hukum,” jelas dia.

ZAM, salah satu pelaku perkelahian, mengaku tidak sengaja mendorong ibu kandungnya hingga membentur keramik lantai dan menyebabkan luka robek di kepala.

Ia pun mengakui saat kejadian dalam kondisi pengaruh miras racikan atau oplosan. ”Saya minta maaf ke ibu, saya tidak sengaja,” ujar dia. (Ujang Nandar / Radartasikmalaya.com)