Beranda Kota Tasik Kawasan Wisata Urug Mangkrak, Begini Kata Pemkot

Kawasan Wisata Urug Mangkrak, Begini Kata Pemkot

109
0
BERBAGI

KOTA TASIK – Sejak ditandatanganinya kerjasama antara Pemkot Tasikmalaya dengan Perhutani, tentang pengembangan Kawasan Wisata Urug (KWU), untuk jangka waktu tahun 2011 hingga 2021 ternyata pemanfaatan kawasan wisata alam itu belum maksimal.

Bahkan, selama tujuh tahun berlalu belum menunjang terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dan kini kondisinya mangkrak.

Nah, untuk menggali lagi potensi kawasan yang dikenal wana wisata dan kerap dipakai offroad itu, Pemkot Tasikmalaya yang diwakili staf ahli, Disporabudpar bertemu dengan Perhutani dan calon investor yang tak lain pengelola tempat wisata Terminal Wisata Grafika Cikole Bandung.

Vote

Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tantan Rustandi mengatakan, kendala dalam pengelolaan KWU ini terletak pada para pihak berkewenangan.

Yakni Pemkot dan Perhutani yang sama-sama memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan anggaran.

“Evaluasi kami, KWU belum bisa memberikan hasil yang menggembirakan. Di sana tidak ada aktivitas kunjungan, dan sarana prasarana nya pun kurang terpelihara,” kata Tantan.

“Ya dampaknya, tidak ada kontribusi terhadap PAD,” ujar Tantan, usai rapat pembahasan kerjasama pengembangan KWU di Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (17/4/2018) sore.

Untuk itu, kata dia, pengelolaan KWU akan lebih baik jika melibatkan pihak ketiga yang memiliki kompetensi dari segi keahlian pengelolaan.

“Siapa pun yang nanti akan mengelola KWU, pengembangannya harus berbasis masyarakat dan masyarakat di sekitar harus merasakan manfaatnya langsung,” pintanya.

“Misalnya dengan memberdayakan masyarakat membuat cendramata, sajian kuliner, atau yang lainnya yang dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” sambungnya.

Tantan juga mengamini bahwa KWU sangat berpotensi besar untuk menjadi kawasan unggulan Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, KWU ini memiliki view hutan pinus yang indah dan masih sangat alami.

“Dengan di dukung sarana prasarana yang memadai, seperti tempat istirahat yang nyaman, masjid yang bersih, dan tempat parkir luas, saya yakin Urug bisa menyedot banyak wisatawan,” ungkapnya.

Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya Dedi Supriadi mengatakan, ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan investor sebagai pihak ketiga untuk mengembangkan KWU menjadi kawasan wisata berbasis edukasi.

“Saat ini sedang terus kami kaji, dan dari pihak ketiga rencananya KWU akan diusung dengan konsep wisata edukasi, seperti menghadirkan fasilitas outbound, camping ground, dan edukasi pertanian,” ungkapnya. (sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here