Beranda Pangandaran Kemendagri Evaluasi DOB Pangandaran

Kemendagri Evaluasi DOB Pangandaran

11
0
BERBAGI
KUNJUNGAN KERJA. (Kiri ke kanan) Direktur Penataan Daerah Otsus dam DPOD Kemendagri Dr Drs Yusharto H MPd, Bupati H Jeje Wiradinata, Wakil Bupati H Adang Hadari dan Sekda Mahmud SH MH berpose di Aula Setda, Rabu (4/4)

PARIGI – Tim evaluasi daerah otonomi baru (DOB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan evaluasi dan penilaian terhadap Kabupaten Pangandaran yang berstatus sebagai DOB di tahun kelima.

Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus (Otsus) dan DPOD Dr Drs Yusharto H MPd menerangkan bahwa penilaian yang dilakukan mengacu pada 10 aspek.

Di antaranya pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengalihan dan pengisian personel, pengisian keanggotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pengalihan pembiayaan dan evaluasi, pengalihan peralatan aset dan dokumen, pelaksanaan penegasan batas wilayah, penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan, penyiapan RTRW dan pemindahan ibu kota.

Vote

“Kami sudah sampaikan ke pak bupati salah satunya yang jadi indikator adalah penyelesaian RTRW. Alhamdulillah kalau itu memang sudah dilakukan. Yang lainnya saya kira minor,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (4/4).

Kemudian permasalahan yang masih belum tertangani adalah kekurangan personalia aparatur sipil negara (ASN). Baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Kemudian mengenai Permendagri 2 segmen mengenai batas antardaerah,” ujarnya.

Namun dalam kesempatan tersebut, dia memuji pemkab yang selalu lebih dulu mendahulukan pelayanan secara demokratis.

“Siapa pun yang berpikiran seperti itu, pasti akan melakukan hal yang sama. Inti dari daerah otonomi itu bukan untuk bermegah-megah tetapi untuk memenuhi tiga hal dasar. Yakni melayani masyarakat menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan demokratisasi,” ujarnya.

Tahun ini, terang dia, merupakan tahun terakhir Pangandaran menjadi sebuah wilayah DOB. Pada 2017 Pangandaran tercatat menjadi DOB terbaik dari 18 DOB di Indonesia.

“Dengan perolehan nilai mencapai 84,50, maka Kabupaten Pangandaran direkomendasikan untuk meraih penghargaan pada hari OTDA tahun 2018,” jelasnya.

Ia berharap evaluasi terebut bisa menempatkan Pangandaran tetap jadi DOB terbaik.

”Menjadi sempurna jika nanti yang dapat yang tertinggi, untuk proses penganjuan RTRW-nya kita akan lakukan minggu depan,” ujarnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here