SHARE
SENYUM. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tasikmalaya Seto Tjahjono saat menghadiri syukuran di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Jumat (10/6/2022).rangga jatnika/radartasikmalaya.com

BUNGURSARI, RADSIK – Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya terbilang masih minim. Tercatat baru sekitar 13 ribu pekerja yang sudah mendapat jaminan ketenagakerjaan. Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tasikmalaya Seto Tjahjono

Dia mengatakan, Desember 2021 jumlah kepesertaan ada di angka 13 ribu. Sementara catatannya pekerja di Kota Tasikmalaya mencapai angka 256 ribu orang. “Di angka sekitar 5 persen,” ungkapnya usai menghadiri syukuran PDI Perjuangan.

Untuk perusahaan-perusahaan yang tergolong besar, menurutnya, sudah mendaftarkan para pekerjanya. Masih banyaknya pekerja yang belum terdaftar cenderung pada jenis usaha kecil dan menengah. “Di Tasikmalaya ini kan mayoritas UMKM,” ujarnya.

Di tahun ini pihaknya berharap bisa terus menambah kepesertaan, salah satunya menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha. Sedikit demi sedikit pelaku usaha menengah pun sudah mendaftarkan pekerjanya. “Sebagian UMKM ada yang sudah masuk,” ucapnya.

Soal kendala, di samping kepedulian dari para pemilik usaha juga pengetahuan masyarakat secara umum. Dari sudut pandangnya, pekerja bukan saja mereka yang bekerja di pabrik atau perusahaan. “RT, RW, pengurus masjid, pengurus organisasi juga masuk kategori pekerja,” ucapnya.