Beranda Tasikmalaya Kepsek Bantah Semua Tuduhan, Jalani Pemeriksaan Polisi, Terkait Dugaan Pencabulan

Kepsek Bantah Semua Tuduhan, Jalani Pemeriksaan Polisi, Terkait Dugaan Pencabulan

95
0
BERBAGI

TASIK – Terlapor dari kasus dugaan pencabulan, Ag datang ke Mapolresta Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (11/4). Didampingi kuasa hukumnya, pria yang menjabat sebagai kepala sekolah (kepsek) di salah satu sekolah tingkat pertama di Kota Tasikmalaya itu memberikan bantahan atas tuduhan kepadanya.

Ag datang ke Mapolresta sekitar pukul 13.30 dan langsung masuk ke ruang penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Sekitar pukul 17.30, dia baru selesai menjalani pemeriksaan polisi.

Kuasa hukum Ag, Andi Ibnu Hadi mengatakan tuduhan kepada kliennya tidak berdasar. Maka dari itu pihaknya secara tegas membantah dengan apa yang sudah dilaporkan oleh keluarga korban. ”Klien saya menolak atas tuduhan itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Vote

Pihaknya memiliki bukti hasil rekam medis dari Puskesmas pada tahun 2016 yang menyatakan bahwa Ra mengalami depresi berat. Menurut dia, hal itulah yang membuat ucapannya tidak bisa dipercaya. ”Pada intinya anak ini (Ra) punya kecenderungan gangguan jiwa,” ungkapnya.

Untuk itu, Ag memberikan perhatian khusus kepada Ra, salah satunya dengan memberikan konseling secara intens. Hal itu yang menjadi alasan kedekatan khusus antara Ag dan Ra. ”Setiap konseling itu direkam (hasil konseling, Red) dan sudah diserahkan kepada penyidik,” katanya.

Dalam laporan yang dilakukan keluarga Ra, aksi dugaan pencabulan terjadi pada tanggal 4 Maret 2018. Sementara saat itu Ag sedang berada di Bandung untuk memenuhi undangan kegiatan. ”Itu ada saksi, klien saya saat itu ada undangan ke Bandung,” tuturnya.

Disinggung peristiwa Ra yang terbaring di kamar Ag, hal itu dibenarkannya dan terjadi pada tanggal 2 Maret 2018. Saat kegiatan zikir bersama dan Ra mengalami pingsan. Kemudian Ra dibawa oleh siswi lainnya dan diberi pertolongan pertama. Kondisi kancing pakaian yang terbuka dan rok menyingkap karena santri telah mengobatinya dengan menggosokkan minyak angin. ”Ag sendiri hanya sempat melihatnya dari pintu (kamar),” tuturnya.

Kenapa konseling langsung oleh Ag? kepala sekolah itu langsung menjawab bahwa pihaknya belum memiliki tenaga konseling khusus. Karena wali kelas Ra tergolong guru baru, sedangkan yang lama sedang cuti melahirkan. ”Masih baru jadi belum memahami tentang kondisi anak,” singkat Ag. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here