Kerawanan Pangan Masih Tinggi

CIAMIS – Sektor pertanian memiliki peran sangat strategis. Pertanian menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, penyedia bahan pokok, penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan utama petani.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Mochamad Ramdan SP MP memaparkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian secara nasional mencapai 39,68 juta orang atau 31,86 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan jumlah rumah tangga usaha pertanian berdasarkan hasil sensus pertanian tahun 2013, sekitar 26,14 juta. Angka itu menurun 16,32 persen dari hasil sensus pertanian tahun 2003 yang mencapai 31,23 juta jiwa. “Di sisi lain, tingkat kerawanan pangan di Indonesia tergolong masih tinggi,” ujarnya kepada Radar, Minggu siang (25/3).

Laporan tahunan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian tahun 2016, kata dia, menunjukkan jumlah penduduk sangat rawan pangan mencapai 12,69 persen, rawan pangan 27,16 persen dan tahan pangan 60,15 persen. Berkaitan dengan data tersebut, Unigal telah menggelar seminar nasional tentang hasil penelitian agribisnis II dengan tema peningkatan ketahanan pangan rumah tangga pertanian pada Sabtu (24/3) di Auditorium Unigal. Tujuannya memperoleh informasi terkini mengenai upaya, model dan strategi pemberdayaan rumah tangga pertanian.

“Kami harapkan (hasil seminar itu) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kerawanan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di tingkat rumah tangga pertanian,” harapnya.

Selain seminar, lanjutnya, pada kesempatan itu juga dilakukan pelantikan pengurus Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komisariat Daerah (Komda) Ciamis. Acara dihadiri peneliti utama dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian RI Prof Dr Achmad Suryana MS dan Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Dr Ir Nunung Nuryartono MSi.

Dr Zulfikar Noor, ketua panitia acara menuturkan seminar dan call for paper hasil penelitian agribisnis II bertujuan memperoleh informasi tentang peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani. (isr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *