Beranda Kota Tasik Korban Akan Diperiksa Kejiwaannya

Korban Akan Diperiksa Kejiwaannya

5
0
BERBAGI

TASIK – Kondisi AY (13), pelajar yang menjadi korban penganiayaan senior dan pengasuhnya nya kini sudah semakin baik. Anak di bawah umur yang sempat dirawat di RS Jasa Kartini itu pun sudah pulang ke rumahnya.

Kuasa Hukum AY Ecep Nurjamal SH MH mengatakan berdasarkan hasil rontgen dan CT Scan, kliennya tidak mengalami luka dalam. Akan tetapi ada beberapa cedera yang dialaminya akibat dari peristiwa pengeroyokan tersebut. “Alhamdulillah kalau di bagian tengkorak tidak ada retak, organ dalam pun baik,” ungkapnya kepada Radar, Senin (26/3).

AY pun saat ini sudah kembali ke rumahnya setelah diperbolehkan pulang oleh pihak medis. Diharapkan, anak tersebut bisa sesegera mungkin pulih sepenuhnya dan bisa beraktivitas seperti sediakala. “Di rumah tetap harus mendapat banyak istirahat,” katanya.

Di samping itu, Ecep tengah mengumpulkan segala hal yang menjadi barang bukti dalam kasus yang tengah diproses kepolisian.  Bahkan di akan memeriksakan AY ke dokter jiwa untuk memastikan kondisi kejiwaannya. “Supaya jelas kalau klien saya ini normal,” selorohnya.

Dalam kesempatan itu, Ecep kembali mengungkapkan soal dua tersangka dewasa yang tidak ditahan oleh polisi. Padahal menurutnya penyidik punya kewenangan untuk melakukan penahanan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro SH MH enggan memberikan penjelasan. Dirinya pun meminta supaya kuasa hukum secara langsung menanyakan hal tersebut kepadanya. “(Pengacara) nanyanya suruh ke saya,” singkatnya.

Sebelumnya,Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya sudah melakukan silaturahmi kepada pihak lembaga dan keluarga korban terkait kasus pengeroyokan AY (13) pada Sabtu (24/3).

Namun hingga kini pihak lembaga masih berupaya dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan mediasi. “Masih menunggu waktu yang pas untuk berdamai, dan pihak lembaga tetap berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan,” ujar  Sekretaris PGM Kota Tasikmalaya Arif Ripandi kepada Radar, Minggu (25/3).

Ditanya soal mediasi, kata Arif, hal tersebut  sudah direncanakan pihak lembaga. Akan tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya permasalahan yang terjadi tidak bisa ditangani sembarangan supaya tidak memunculkan perkara baru. “Harus bisa bijaksana juga, jangan sampai salah langkah,” tuturnya.

PGM pun sudah mengunjungi korban di rumah sakit, meskipun tidak sampai melihat secara langsung. Karena orang tua AY, sangat konsen dalam menjaga kondisi anaknya supaya bisa secepatnya pulih. “Kami juga mengerti, orang tua korban saat ini fokus untuk kepulihan,” ungkapnya.

Saat pertemuan di lembaga, hadir pula salah satu orang tua pelaku yang mengakui kesalahan anaknya. Peristiwa itu pun sangat disesalkan dan tidak diharapkan oleh siapapun. “Karena orang tua korban dan pelaku sudah saling mengenal juga,” katanya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here