Beranda Insiden Korban Investasi Bodong, Massa Ngamuk Gerudug Rumah Bos Global Insani

Korban Investasi Bodong, Massa Ngamuk Gerudug Rumah Bos Global Insani

109
0
BERBAGI
INVESTASI HAJI: Massa menuntut uangnya dikembalikan dengan menunjukkan bukti investasi haji BMT Global Insani di rumah milik Direktur Utama BMT Global Insani, H. Basuni, Minggu (15/4). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

CIREBON – Ratusan nasabah investasi haji BMT Global Insani kembali menggeruduk kantor utama sekaligus rumah milik direktur utama, H. Basuni yang berlokasi di Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Minggu (15/4). Mereka menagih pengembalian uang nasabah yang dijanjikan sebelumnya oleh pihak BMT Global Insani.

Massa yang mengamuk, membuat situasi semakin tidak kondusif. Guna menghindari terjadinya amuk massa, petugas kepolisian pun mengamankan Basuni dari incaran para nasabah. Massa menuntut pihak BMT Global Insani untuk segera membayarkan uang milik nasabah yang diinvestasikan untuk haji atau umrah.

Yudi, 49, nasabah BMT Global Insani asal Kuningan mengaku kesal dengan pihak BMT Global Insani yang tak kunjung menepati janjinya untuk mengembalikan uang para jamaah haji.

Para jamaah yang hadir dari berbagai daerah tersebut mendatangi kantor BMT Global Insani sesuai dengan permintaan salah satu pihak direksi bahwa Minggu (15/4) ini ada kesepakatan untuk pengembalian uang jamaah, tapi tak juga dibayarkan kepada para jamaah.

“Kami sudah sangat kesal kepada Global Insani. Global Insani memang tidak sesuai dengan janji awal kepada calon haji. Mereka dulu bilang Global Insani nggak pailit, karena di backup oleh PT Surabraja Mandiri (SBM). Sekarang pailit, asetnya nggak dijual-jual,” kesal Yudi.

Dia mengaku tidak akan tergiur dengan program investasi haji yang ditawarkan oleh BMT Global Insani jika memang tidak ada kaitannya dengan PT SBM Surabraja Food.

Namun demikian, lanjut Yudi, ketika dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) pada 2017 lalu, Basuni menyatakan aset yang dimiliki hanya Pohon Jati Kebon (Jabon) yang ada di Sukabumi saja.

“Ini skenario dari awal. Ini rekayasa yang dibuat Basuni untuk pailit sehingga masalahnya dialihkan di pengadilan. Mana cukup hanya aset Jabon saja bisa mengembalikan uang 1.500 jamaah,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BMT Global Insani, H. Basuni membantah jika dirinya berhutang kepada nasabah untuk investasi haji. Dia menyangkal bila program investasi yang ditawarkannya sebelumya adalah program investasi haji.

Menurutnya pihak BMT Global Insani bukan sebagai penyelenggara haji, sehingga pihak nasabah harus berurusan dengan pihak bank. Akan tetapi, saat diverifikasi melalui bukti administrasi pembayaran yang dimiliki nasabah dan brosur penawaran, tercantum keterangan bahwa BMT Global Insani memang sebagai penyelenggara investasi haji.

(wiw/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here