Beranda Banjar Korban SP Honorer Palsu Dijanjikan Pengembalian Uang

Korban SP Honorer Palsu Dijanjikan Pengembalian Uang

20
0
BERBAGI

BANJAR – Korban dugaan penipuan dari surat perintah (SP) honorer palsu belum melakukan upaya hukum. Seperti halnya yang diakui Re. Korban belum melapor lantaran pelakunya akan mengembalikan uang kepada korban sebanyak Rp 10 juta.

“Dia janji akan mengembalikan uang saya tanggal 26 April 2018. Ini kesempatan terakhir bagi dia untuk menepati janjinya. Kalau masih ingkar, saya bawa kasus ini ke hukum. Saya terus dijanjikan berkali-kali,” kata Re Minggu (25/3). Menurut keterangan dia, pelaku saat ini masih bisa diajak komunikasi. Bahkan pengakuan si pelaku kepada Re, pengembalian uang menunggu proses pencairan.

Re menerangkan kejadian itu bermula pada pertengahan tahun 2017. Saat itu, terangnya, pelaku bersedia memasukan korban sebagai tenaga honorer dengan syarat membuat surat lamaran pekerjaan dan menyediakan uang sebanyak Rp 10 juta.

Karena dijanjikan, korban akhirnya terpedaya dan memberikan sejumlah uang itu kepada pelaku. “Saya ngasih Rp 10 juta sama dia (pelaku, Red). Pertama Rp 7 juta malam hari kemudian terakhir Rp 3 juta,” terangnya.

Namun kecurigaan muncul sebulan setelah penyerahan uang. “Ya pertama diundur, lalu diundur lagi. Hampir tiap bulan sampai masuk tahun 2018. Sudah hampir satu tahun gak ada panggilan jadi honorer. Ya gitu janji terus, akhirnya saya menuntut uang kembali saja,” katanya.

Terpisah, Sekda Kota Banjar Ade Setiana mengatakan untuk pelaporan kasus ini ke polisi merupakan hak korban, baik korban yang dijanjikan menjadi tenaga honorer maupun pejabat yang dicatut namanya dalam SP honorer palsu itu. “Pelaporan merupakan hak para korban ya. Saya secara pribadi tidak bisa memaksa atau memerintah. Kalau merasa dirugikan silakan segera melapor,” kata Ade.

Ditanya upaya Pemkot Kota Banjar supaya kasus ini tidak terulang, Ade justru menegaskan bahwa saat ini sudah tidak ada penerimaan tenaga honorer. Bahkan larangan sudah disampaikan melalui SK wali kota kepada seluruh OPD. “Tidak ada penerimaan tenaga honorer, jika pun ada apalagi harus pakai uang itu jelas penipuan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar menemukan dua surat perintah (SP) honorer yang diduga palsu. Menurut Kasubag Umum Ke­pe­gawaian BKPPD Kota Banjar Tono Hartono, pe­ne­muan SP berawal dari adanya dua warga yang mendapat SP honorer untuk bidang Instalasi Pemeliharaan RSUD Kota Banjar dan Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Banjar.

Berdasarkan pengakuan kedua korban warga Cimaragas dan Banjasari, kata Tono, mereka awalnya diming-imingi bekerja sebagai tenaga honorer oleh pelaku. Syaratnya, korban menyerahkan uang Rp 10 juta supaya bisa diterima bekerja. Setelah uang diberikan, SP keluar. (mg4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here