SHARE
PELATIHAN. Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya bersama Sateja Payung Geulis memberikan pelatihan pembuatan payung geulis kepada sejumlah kalangan muda kemarin.Firgiawan/radartasikmalaya.com

CIBEUREUM, RADSIK – Melesunya ekonomi dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir cukup terasa di beragam sektor. Terutama, industri ekonomi kreatif yang biasanya terpengaruh ketika adanya event atau seremoni dan helaran akbar.

Namun, mulai melandainya kasus virus corona di Kota Tasikmalaya yang diiringi dengan pelonggaran aktivitas publik, salah satu produk unggulan daerah, payung geulis mulai kembali bergeliat. Menyongsong pemulihan ekonomi kembali stabil, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) menggaet Sateja Payung Geulis. Hal tersebut sebagai upaya melestarikan warisan budaya tersebut agar kembali merambah ke pasar luas.

”Maka dinas dengan kami Sateja Payung Geulis menghelat pelatihan selama tiga hari. Peserta pelatihan diberikan pemahaman mulai tata cara pembuatan payung geulis teori sampai praktiknya,” kata owner Sateja Payung Geulis Anne Anharani di sela pelatihan di Gedung Produksi PPIK Kota Tasikmalaya Jalan Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Senin (13/6/2022).

Selain melibatkan pegiat industri kreatif, Karang Taruna Kota Tasikmalaya pun turut dirangkul di pelatihan itu. Sebagai wujud meregenerasi produk khas daerah agar diminati dan lebih dikenal kalangan muda. ”Pelatihan pembuatannya mulai dari bagian atas payung, atau disebut kuncung sampai dengan gagangnya, pegangan payung. Peserta alhamdulillah dari Karang Taruna, lulusan SMK sederajat dan pegiat payung,” katanya menjelaskan.