Masluh Meninggal Usai Tubruk Tembok

SUKARAME – Kecelakaan tunggal terjadi di Kampung Sirung Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame. Pengendara motor Viar, Masluh (18) meninggal di tempat setelah motornya menubruk tembok rumah warga di Jalan Raya Sukarame-Singaparna Jumat (30/3) pukul 13.00.

Kanit Laka Satlantas Polres Tasikmalaya Ipda Supyan mengatakan kecelakaan tunggal itu saat motor bebek Viar Z 6451 NL yang dikendarai Masluh (18) bersama penumpangnya Taupik Hidayat (15) datang dengan kecepatan tinggi dari arah Singaparna menuju Sukarame. Keduanya warga Tarikolot Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame.

Ketika melalui tikungan tepatnya di Kampung Sirung, motor yang dikendarai korban terlalu melebar ke arah kiri jalan, sehingga menabrak tembok pagar di samping kiri jalan.

“Sampai temboknya roboh dan Masluh tersungkur sambil tertimpa reruntuhan tembok yang roboh dan meninggal di tempat,” ujar Supyan saat diwawancara di Kampung Sirung Desa Sukamenak, Jumat (30/3).

Sementara penumpangnya, Taupik Hidayat (15) loncat sebelum motor menabrak tembok. Pemuda asal asal Kampung Tarikolot Desa Sukamenak terpental hingga jatuh ke bawah tembok. “Masluh tewas di tempat. Sementara Taupik mengalami luka di kedua lutut dan dagu. Motor korban rusak parah di bagian depan. Kemudian dibawa oleh Unit Laka Satlantas Polres Tasikmalaya ke Mako Polres Tasikmalaya,” kata Supyan.

Taupik Hidayat (15), mengungkapkan sebelum terjadi kecelakaan, ia bersama Masluh sekitar pukul 12.50 lebih mau ke rumah majikan atau bos bordir Masluh di Kampung Paniis Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame.

“Setelah Jumatan, saya sama Masluh berangkat ke Paniis. Jadi cepat bawa motornya. Tidak direm pas tikungan. Tekor ke kiri. Saya lompat dan terpental sampai ke bawah tembok pagar, jadi keburu loncat,” paparnya.

Kalau Masluh, kata Taupik, dengan motornya menabrak tembok hingga roboh dan badannya tertimpa reruntuhan tembok yang di tabraknya.

”Saya masih sadar lihat Masluh terus keluar darah dari mulutnya. Saya luka di bagian kedua lutut dan dagu,” paparnya.

Motor Viar-nya, ungkap Taupik, adalah milik paman Masluh. Atas kejadian tersebut Taupik trauma. Dia sempat tidak percaya musibah menimpa rekannya.

”Pada waktu kejadian saya di bawa ke Puskesmas dan kemudian di bawa ke rumah. Sama, Masluh juga dibawa dulu ke Puskesmas lalu dimakamkan di Kampung Tarikolot,” ungkapnya. (dik)

Kehilangan Pemuda Rajin Kerja

Warga Kampung Tarikolot Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame kehilangan Masluh. Pemuda yang wafat karena tabrakan itu dikenang sebagai pribadi ramah. Suka bergaul. Pekerja keras.

”Katanya sebelum kecelakaan Masluh mau ngambil uang ke majikannya. Berdua sama Taupik (korban selamat, Red)… baik lah. Rajin kerjanya,” papar Ketua RT di Kampung Tarikolot Desa Sukamenak Jamal (56).

Mamah (54), warga Kampung Sirung Desa Sukamenak melihat saat Masluh dan Taupik kecelakaan. Saat itu Mamah mau ke pengajian. Dia duduk di warung dekat lokasi kejadian. ”Sekitar pukul 13.00, ada motor dari arah Singaparna dengan kecepatan tinggi. Dan tidak bisa mengendalikannya, oleng ke kiri dan langsung nabrak pilar atau tembok,” tuturnya.

Menurut Mamah, pengendara motor menabrak tembok bersama motornya dan langsung terpental ke bawah kemudian tertimpa reruntuhan tembok. ”Kalau yang penumpangnya itu terpental ke bawah tembok, tapi tidak apa-apa. Hanya luka di bagian kakinya,” jelasnya.

Rohmana (43), warga Kampung Sirung Desa Sukamenak yang mengontrak rumah yang ditabrak korban mengungkapkan bahwa rumah yang ditempatinya adalah milik H Jeje, mantan pejabat di Kabupaten Tasikmalaya. ”Saya ngontrak baru dua bulan saya kontrak. Saya sewa melalui keluarga Pak Jeje di Kampung Sirung. Disewa Rp 150 ribu per bulan,” jelasnya.

Undang Sodikin (45), warga Kampung Sirung Desa Sukamenak menuturkan di tahun 2018 sudah ada dua pengendara motor yang tewas menabrak pilar bagian kiri jalan.

”Yang pertama pada bulan Januari, menabrak pagar karena terlalu melebar ke kiri motornya. Sekarang Maret yang ini yang ke dua kecelakaan nya tewas juga,” paparnya.

Menurut Undang, di Jalan Raya Sukarame-Singaparna, tepatnya di tikungan Kampung Sirung Desa Sukamenak banyak yang terjatuh, karena terlalu cepat bawa motornya.

”Ada juga warga yang tertabrak motor di tikungan. Kata polisi harus dibuat polisi tidur, supaya tidak kencang bawa motornya,” tuturnya. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *