SHARE
SUASANA DEPAN SEKOLAH. Seorang pesepeda berada di dekat pengumuman PPDB SMA Negeri 2 Tasikmalaya, Minggu (12/6/2022). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK, RADSIK – Setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka, orang tua atau wali siswa dan para peserta didik kerap kali mengincar sekolah favorit. Pasalnya, sekolah idaman itu dianggap mampu mencetak lulusan yang unggul dan terampil.

Untuk meredam sebutan sekolah favorit, pemerintah menerapkan aturan zonasi dan melengkapi infrastruktur sekolah di daerah pinggiran dalam mempercepat pemerataan di sektor Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Hasilnya ada efek positif, mulai mengurangi ketimpangan antara sekolah yang dipersepsikan sebagai sekolah unggul atau favorit. Dengan terwujudnya pemerataan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Ibarat keindahan alam memesona yang tersembunyi. Seperti di SMAN 10 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMAN 8 Tasikmalaya, SMAN 7 Tasikmalaya dan sekolah lainnya.

Koordinator Pengawas KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya H Dadang Abdul Patah mengatakan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XII Tasikmalaya terus mengurangi persepsi masyarakat adanya sekolah unggul. Tentunya dengan program jalur zonasi agar ada pemerataan, peningkatan guru, penguatan sarana dan prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

”Cadisdik Wilayah XII Tasikmalaya meminta masyarakat tidak lagi punya anggapan bahwa ada sekolah grade satu atau diunggulkan. Tentunya agar tidak berbondong-bondong ke satu atau dua sekolah padahal kuotanya terbatas,” katanya kepada Radar, Minggu (12/6/2022).