Beranda Tasikmalaya Mobdes di Lokasi Kampanye, Kepala Desa Diklarifikasi

Mobdes di Lokasi Kampanye, Kepala Desa Diklarifikasi

15
0
BERBAGI
KLARIFIKASI. Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya mengklarifikasi kepala desa yang mobil dinasnya berada di lokasi kampanye pasangan calon, Rabu (4/4).

SINGAPARNA – Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya mengklarifikasi dugaan keterlibatan kepala desa yang kendaraan dinasnya berada di lokasi kampanye pasangan calon TB Hasanudin dan Anton Charliyan (Hasanah) di Kecamatan Kadipaten pada 31 Maret lalu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda mengatakan pihaknya mengundang kepala desa untuk mengklarifikasi hasil temuan adanya mobil desa (mobdes) yang terparkir di lokasi kampanye pasangan calon.

Berdasarkan keterangan kepala desa, yang bersangkutan mengaku tidak menggunakan mobil desa untuk menghadiri kampanye pasangan calon. “Kepala desa menjelaskan yang menggunakan kendaraan tersebut adalah perangkat desa yang membawa warga sedang sakit, namun kebetulan berhenti istirahat di lokasi yang sama pada waktu itu ada kampanye,” bebernya kepada wartawan, Rabu (4/4).

Klarifikasi ini untuk memastikan siapa yang menggunakan kendaraan tersebut dan berada di lokasi kampanye pasangan calon.

“Kenapa kepala desa kita klarifikasi, karena yang bertanggung jawab atas kendaraan dinas desa adalah kepala desa,” terangnya.

Pasca klarifikasi ini, Panwaslu akan melakukan kajian dan menggelar rapat pleno untuk memutuskan sanksi apa yang akan diberikan atas temuan tersebut.

Tapi dengan temuan tersebut diindikasikan adanya netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan penggunaan fasilitas negara apda kampanye pasangan calon.

Tidak hanya kepala desa, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera mengundang untuk klarifikasi kepada camat berkaitan dengan ditemukannya kendaraan dinas kecamatan berada pada lokasi kampanye pasangan calon.

“Temuan kami ada empat mobil desa di Kecamatan Kadipaten dan Ciawi yang berada di lokasi kampanye serta dua mobil operasional kecamatan,” jelasnya.

Kepala Desa/Kecamatan Kadipaten Dadang Rahmat mengaku pada saat kegiatan kampanye pasangan calon sedang berada di Bandung. Sedangkan kendaraan dinas desa digunakan pegawai untuk membawa warga yang sedang sakit. “Akan tetapi dalam perjalanan berhenti untuk isitirahat dan kebetulan lokasinya di tempat kampanye tersebut,” terangnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here