SHARE
ilustrasi ktp

RADARTASIKMALAYA.COM – Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait Kartu Tanda Penduduk (KTP). Salah satunya penggunaan nama yang minimal memiliki dua kata dan maksimal 60 huruf.

Hal itu seiring dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan. Aturan tersebut meliputi penggunaan nama yang dicantumkan dalam dokumen kependudukan termasuk KTP.

Dalam aturan tersebut, nama yang dicantumkan minimal dua kata dan maksimal 60 huruf. Selain itu penulisan nama pun tidak boleh disingkat.

Terkait aturan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya H Imih Munir mengaku bahwa informasi tersebut memang sudah beredar. Namun, pihaknya belum mendapat arahan khusus dari pihak kementerian untuk penerapannya. ”Sejauh ini belum ada arahan secara khusus,” ujarnya.

Pasalnya, aturan tersebut belum ada penjelasan detail mengingat tidak sedikit nama penduduk yang satu huruf. Terkecuali aturan tersebut bagi pengurusan data kependudukan baru. ”Sejauh ini untuk yang sudah jadi ya kita biarkan saja,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya pun tidak bisa memaksakan para orang tua agar menamai anaknya dengan satu huruf. Meskipun di masa saat ini terbilang jarang hal itu terjadi. ”Jadi paling kita lebih menyarankan saja, tidak bisa memaksa,” katanya.