SHARE
ilustrasi nikah beda agama

RADARTASIKMALAYA.COM – Pasangan yang berbeda agama belum memiliki peluang untuk melaksanakan pernikahan, khususnya di Kota Tasikmalaya. Sejauh ini, baik secara hukum positif maupun agama, hal tersebut tidak bisa dilaksanakan.

Pernikahan pasangan beda agama selalu menuai perdebatan di masyarakat, baik dari sisi undang-undang maupun hukum agama. Namun pada Senin 20 Juni 2022, Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan pencatatan perkawinan pasangan dengan agama yang berbeda.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Tasikmalaya H Yayan Herdiana mengaku aneh dengan putusan pengadilan tersebut. Karena berdasarkan UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawainan pun sudah jelas hal itu tidak bisa dilaksanakan. “Jadi pemerintah tidak akan mengakui pernikahan pasangan yang berbeda agama,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, masing-masing agama pun tidak memperkenankan pemeluknya menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. Sehingga baik secara hukum positif dan hukum agama, tidak ada peluang. “Undang-undang kan dibuat dengan mengakomodir semua agama,” ucapnya.

Diakuinya, fakta di lapangan ada saja pasangan beda agama yang menikah. Pihaknya kurang begitu paham siapa yang menikahkan mereka dan bagaimana prosesnya. “Ada juga yang menikah di luar negeri, karena memang di beberapa negara memang ada aturannya,” katanya.