Beranda Nasional PDIP Tetap Membela Kader yang Menghardik Kemenag

PDIP Tetap Membela Kader yang Menghardik Kemenag

6
0
BERBAGI
Bambang Wuryanto,Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI

JAKARTA-Fraksi PDIP tetap membela kader yang menghardik Kemenag saat rapat kerja Komisi III DPR dan Jaksa Agung, Rabu (28/3). Kendati demikian, partai banteng moncong putih itu tetap akan memanggil Arteria Dahlan. Menurutnya, pemanggilan itu untuk mendalami maksud dari ucapan Arteria.

“Tentu, kita akan mencoba meluruskan, yang kayak gini ini kita anggap kurang etik lah. Ini soal etika, kita diskusi dulu, kalau dia mengatakan ‘enggak, ini benar’, definisinya apa. Kita berusaha untuk mengubah dari dalam bukan mengubah dengan kekuatan,” ujar Bambang Wuryanto,Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan.

Dia sendiri menyayangkan ucapan Arteria itu. Namun menurutnya, Arteria pasti punya latar belakang tersendiri hingga mengucapkan kalimat tersebut.”Bambang Pacul (menyebut nama julukannya sendiri, red) sebagai salah satu pimpinan fraksi, saya menyayangkan. Tapi saya tahu, Bang Teri (Arteria, red) masih muda, masih bisa dibina. Saya yakini itu, karena fungsi fraksi untuk membina anggotanya,” ucap Bambang.

“Ada background. Mungkin karena dia jengkel. Dituntut oleh konstituen, kok aku diperlakukan begini, oleh siapa, Kementerian Agama. Keluar kejengkelannya. Itu pun tetap tidak diizinkan karena kita punya Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” sambung Bambang.

Bambang juga mengaku, tak masalah jika ada pihak yang ingin melaporkan masalah ucapan itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Menurutnya PDIP tak akan mempermasalahkan hal itu.”Laporan ke MKD, kita enggak bisa ngerem orang melapor. Kalau mau lapor, ya lapor saja. Enggak ada masalah,” ujar Bambang.

Ia menyatakan, jika nantinya Arteria meminta maaf, maka hal itu harus dilakukan dengan setulus hati. Menurutnya permintaan maaf tak bisa dipaksakan .”Kalau belum keluar dari hati, maafnya maaf semu. Dia harus mengerti kalau yang kayak gitu itu benar, saya harus minta maaf. Bukan kita harus memaksa,” imbuh Bambang.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang juga membela koleganya. Junimart menegaskan, ini sebenarnya masalah cara menyampaikan kritik saja. “Kalau Pak Arteria menyampaikan statement yang menurut sebagian orang kasar, ya silakan,” kata Junimart di Komplek Parlemen, Senayan.

Namun, kata Junimart, yang perlu ditangkap adalah pesan dari kritik yang disampaikan Arteria tersebut. Menurut Junimart, Arteria sangat kecewa dengan kinerja Kemenag terkait masalah umrah. Apalagi, Arteria sebelumnya pernah duduk di Komisi VIII DPR yang bermitra dengan Kemenag. “Jadi, dia ada keterhubungan di sana, mungkin ada yang belum selesai sehingga dia sampaikan ke jaksa agung. Karena jaksa agung sebagai jaksa penuntut dalam perkara ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, Arteria tidak perlu meminta maaf. Hanya saja, kalau Arteria merasa salah ya silakan minta maaf. Kalau tidak, ya silakan saja tak minta maaf. “Kalau kementerian merasa tersinggung silakan proses. Saya rasa Pak Arteria siap menghadapi prosesnya,” kata dia. (aen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here