Beranda Kota Tasik Pemkot Akan Urus Anak Pelaku

Pemkot Akan Urus Anak Pelaku

5
0
BERBAGI

Peristiwa penganiayaan terhadap anak di Kecamatan Indihiang yang mengakibatkan meninggalnya balita berusia 2,5 tahun menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Melalui Dinas Sosial, Pemkot akan menyediakan rumah aman untuk membantu anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengaku prihatin dengan yang dialami serupa tidak terulang kembali. “Ini yang selama ini selalu kita khawatirkan,” ungkapnya didampingi istri Hj Eti Attiah Budiman ketika melayat ke rumah duka, Minggu (14/1).

Budi mengungkapkan mengurus seorang anak harus dilakukan dengan penuh kasih sayang. Terlebih di usia balita, dimana tingkah lakunya membutuhkan pengawasan dan pengarahan yang positif. “Karena anak usia segitu kadang menggemaskan tapi kadang juga merepotkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf mengaku kaget mendengar informasi F meninggal. Sebab sebelumnya kondisi anak termonitor mengalami perkembangan yang baik. “Kemarin kan laporannya kondisinya lebih bagus, tapi terakhir meninggal,” katanya.

Pihaknya siap mengevaluasi kejadian tersebut sebagai bahan dalam mengambil kebijakan, untuk lebih memperhatikan anak. “Selain sosialisasi kepada masyarakat,  keberadaan rumah aman sudah sangat diperlukan,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs H Nana Rosadi mengatakan sejauh ini Kota Tasikmalaya memang belum memiliki rumah aman. Pihaknya berencana memberikan perlindungan khusus kepada kedua anak pelaku dengan menempatkannya di salah satu yayasan.

“Anak-anaknya akan kami urus, tapi masih nego karena keluarga belum bersedia,” terangnya. (rga) oleh F, hingga akhirnya balita itu harus meregang nyawa.

Maka dari itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait upaya pencegahannya supaya hal serupa tidak terulang kembali. “Ini yang selama ini selalu kita khawatirkan,” ungkapnya didampingi istri Hj Eti Attiah Budiman ketika melayat ke rumah duka, Minggu (14/1).

Budi mengungkapkan mengurus seorang anak harus dilakukan dengan penuh kasih sayang. Terlebih di usia balita, dimana tingkah lakunya membutuhkan pengawasan dan pengarahan yang positif. “Karena anak usia segitu kadang menggemaskan tapi kadang juga merepotkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf mengaku kaget mendengar informasi F meninggal. Sebab sebelumnya kondisi anak termonitor mengalami perkembangan yang baik. “Kemarin kan laporannya kondisinya lebih bagus, tapi terakhir meninggal,” katanya.

Pihaknya siap mengevaluasi kejadian tersebut sebagai bahan dalam mengambil kebijakan, untuk lebih memperhatikan anak. “Selain sosialisasi kepada masyarakat,  keberadaan rumah aman sudah sangat diperlukan,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs H Nana Rosadi mengatakan sejauh ini Kota Tasikmalaya memang belum memiliki rumah aman. Pihaknya berencana memberikan perlindungan khusus kepada kedua anak pelaku dengan menempatkannya di salah satu yayasan. “Anak-anaknya akan kami urus, tapi masih nego karena keluarga belum bersedia,” terangnya. (rga)

BERBAGI
Artikel sebelumyaSopir Angkot Ancam Mogok
Artikel berikutnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here