Beranda Kota Tasik Pemkot Atur Strategi Datangkan Wisatawan

Pemkot Atur Strategi Datangkan Wisatawan

53
0
BERBAGI

SETELAH diresmikannya rute penerbangan baru menuju Solo di Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya pada Rabu (28/3), pemkot mulai atur strategi agar banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Santri.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menjelaskan destinasi wisata Tasikmalaya sejauh ini masih dalam tahap persiapan.

“Jujur, kami sedang menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan kabupaten maupun kota terdekat.

Vote

Seperti Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar untuk bergabung, sehingga nantinya ada paket wisata,” ungkapnya usai meresmikan rute baru di Bandara Wiriadinata, Rabu (28/3).

Budi menyadari Kota Tasikmalaya tidak memiliki banyak tempat wisata. Namun keunggulan industri kreatif dan kuliner bisa menjadi daya tarik wisatawan dari beragam daerah untuk datang.

“Keunggulan Kota Tasikmalaya saat ini industri kreatif dan kuliner apalagi untuk akomodasi kita unggul, banyak hotel dibanding daerah Priangan Timur lainnya,” tuturnya.

Untuk meningkatkan sektor pariwisata, kata Budi, pemkot akan mengelola  Taman Wisata yang ada seperti Situ Gede dan wisata baru Karang Resik.

Kemudian kerja sama dengan agensi travel lokal hingga luar negeri. Di antaranya Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA).

Saat ini, pemkot sedang melakukan pembahasan pemusatan sentra pemasaran usaha kecil menengah yang aksesnya dekat dengan bandara.

“Nantinya di sana (dekat bandara, Red) akan menjadi etalase atau bahkan pasar industri kreatif dan kuliner yang ada di Kota Tasikmalaya,” katanya.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya H Undang Hendiana mengaku sudah melakuakan komunikasi kerja sama di bidang pariwisata.

“Sudah kami bangun komunikasi dan ditandatanganinya MoU kerja sama bidang pariwisata dengan sejumlah kepala daerah di Priangan Timur,” jelasnya.

Saat ini pihaknya juga sedang mencoba mengidentifikasi daerah yang mungkin menjadi desa wisata di Kota Tasikmalaya.

Nantinya terdapat kawasan natural yang menawarkan keunggulan lokal, seperti budaya atau alamnya. “Kita sedang identifikasi itu. Memang kekurangan spot wisata alam, tetapi kita harus mengemas yang ada saat ini sehingga bisa ditawarkan kepada wisatawan untuk menjadi titik destinasi,” kata Undang.

Sehingga bisa memberdayakan masyarakat sekitar yang akan berdampak pada perekonomian. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here