SHARE
RUSAK. Salah satu lampu di Kompleks Dadaha diduga dirusak tangan jahil. Diketahui puluhan lampu di salah satu ikon Kota Tasikmalaya itu sudah tidak menyala.RANGGA JATNIKA/radartasikmalaya.com

RADARTASIKMALAYA.COM – Kompleks Dadaha merupakan salah satu kawasan yang banyak didatangi warga, baik siang maupun malam. Namun, penerangan di kawasan tersebut seolah tidak diurus.

Dari informasi yang dihimpun Radar, beberapa titik di kawasan Dadaha gelap ketika malam hari. Hal itu karena lampu-lampu di area tersebut sebagian sudah tak menyala. Bahkan  beberapa lampu bukan hanya tidak menyala, tapi  diduga ada yang merusak.

Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha Dadi Sopandi mengakui sebagian lampu sudah tidak menyala. Jumlah lampu yang mati tidak sedikit. “Terakhir kita cek itu lebih dari 50 lampu yang mati,” ujarnya.

Akan tetapi pihaknya tidak bisa begitu saja melakukan perbaikan atau penggantian lampu. Pasalnya tidak ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan. “Tapi kita sudah ajukan untuk ada pemeliharaan. Mudah-mudahan terealisasi,” ucapnya.

Lanjut Dadi, penerangan di Dadaha bukan hanya merupakan tanggung jawab UPTD.

Sebagian area dikelola organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. “Seperti taman kan itu bukan kewenangan kami,” tuturnya.

Disinggung gelapnya Dadaha kerap disalahgunakan untuk hal negatif, Dadi pun tidak memungkiri. Petugas keamanan beberapa kali menegur ketika ada pasangan-pasangan remaja yang berduaan di area gelap. “Kalau ada kenakalan tentu Satpam juga tidak membiarkan,” ucapnya.