Beranda Kota Tasik Perawaskim Harus Perbaiki Diri

Perawaskim Harus Perbaiki Diri

Penyimpangan Proyek Makam Bisa Kurangi Kualitas

53
0
BERBAGI

TAWANG – Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim) memperbaiki dalam mengelola proyek pembangunan. Jangan sampai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat mengenai kelebihan perhitungan volume dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) atas dua paket pekerjaan sebesar Rp 123.838.330,08 dan denda keterlambatan pada pekerjaan penataan kompleks TPU Muslim Aisha Rashida sebesar Rp15.017.800,00 kembali terjadi.
“Pemeriksaan BPK itu kan rutin setiap tahun. Kita mohon dinas terkait menjadikannya sebagai pelajaran bukan menjadi kebiasaan,” ujar anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Wahid kepada Radar, Senin (9/4).
Selain dinas, terang dia, pihak rekanan juga harus memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaannya. Apalagi bila pengusaha peng­garap proyek pemakaman itu merupakan peng­usaha lokal. “Jangan cu­ma mengejar ke­untungan. Te­tapi kualitas serta spesifikasi turut dijaga,” jelas anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tamansari, Cibeureum dan Purbaratu itu.
Wahid menceritakan ketika melakukan monitoring pekerjaan ke TPU Aisha Rashida, secara fisik ada pekerjaan yang kurang rapi. Tampak kurang baik. “Tapi kami tidak masuk ke perhitungan detail karena ada keterbatasan waktu memonitor pekerjaan lain,” terangnya.
Dia menyayangkan dengan adanya kelebihan per­hitung­an volume mencapai Rp 123.838.330,08 dan denda keterlambatan pada pekerjaan sebesar Rp 15.017.800,00. “Ini kan nantinya untuk masyarakat kita. Kalaupun rekanan melakukan pengurangan volume atau spesifikasi, kita khawatir tidak awet dan menyebabkan bencana atau kerusakan kemudian menelan korban. Kami Komisi III tidak ingin seperti itu,” keluhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya Yono S Karso menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti segala rekomendasi dalam temuan BPK terkait pengembalian dan kewajiban lainnya.
“Saat saya bertugas ke sini, ya sudah dikembalikan sejak Desember 2017,” ujarnya.
Adapun kaitan pengawasan atas pekerjaan tersebut, dia sudah melakukan pembinaan terhadap para pegawai agar memperketat sehingga tidak terulang di kemudian hari. “Saya juga sudah melakukan pembinaan. Termasuk Pak Wali dan Pak Sekda supaya ke depan pengawasan lebih cermat. Meminimalkan kekeliruan teknis maupun non teknis dalam setiap pekerjaan,” ungkapnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here