Beranda Nasional Perkuat Tugas-tugas MPR-RI, 3 Wakil Ketua yang Baru Dilantik

Perkuat Tugas-tugas MPR-RI, 3 Wakil Ketua yang Baru Dilantik

8
0
BERBAGI

JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi melantik tambahan tiga wakil ketuanya. Ketiganya adalah Ahmad Basarah dari PDIP, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dari PKB, dan Ahmad Muzani dari Gerindra.

Ketiganya dilantik sebagai Wakil Ketua MPR melalui sidang paripurna. Ketiganya dilantik atas hasil revisi Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Seusai pelantikan, Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap, penambahan pimpinan MPR bisa melancarkan rencana amendemen UUD 1945. “Kita berharap menambah tiga pimpinan bisa memperkuat MPR, apalagi menghadapi tahun politik,” ujarnya.

Vote

Zulkifli menegaskan, pelantikan wakil ketua MPR yang baru adalah sesuai dengan UU. Zulhas, biasa disapa, berharap masuknya ketua baru bisa menambah kekuatan baru.

 “Perkembangan situasi berbangsa dan bernegara kita saat ini, penting sekali menambah kekuatan,” ujarnya di kompleks DPR, Senayan, Jakarta.Menurutnya, MPR bersama pimpinan yang baru, dapat berkontribusi dalam membenahi sistem politik Indonesia yang baik dan berlangsung secara demokrasi Pancasila. Sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimate untuk melayani kebutuhan.

Selanjutnya, ketua umum PAN itu juga menyinggung soal pertemuannya dengan ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait pembahasan MPR terhadap haluan negara.

“Sebagaimana teman-teman tahu, waktu itu ada Mbak Mega yang ingin agar ada haluan negara. Dengan pimpinan yang tiga ini, mudah-mudahan nanti pembahasan pentingnya haluan negara yang sudah disepakati itu, bisa disiapkan dengan baik,” lanjutnya.

Terkait pembagian tugas di MPR, Zulhas menuturkan, akan diatur sekjen sebagaimana mestinya.

“Tugasnya tidak banyak. Bagaimana melaksanakan Pancasila. Yang paling penting bagaimana itu bisa menjadi perilaku sehari-hari yang sekarang mulai gaduh, mulai macem-macem dan dijadikan alat politik,” tegasnya.

Zulhas berharap, wakil ketua yang baru dapat memperbaiki kinerja MPR untuk memulihkan kepercayaan publik. Sebab, tingkat kepercayaan publik ke legislatif belakangan cukup rendah.

“Berbagai survei atau riset menunjukkan hasil kurang-lebih sama. Tingkat kepercayaan yang sangat rendah pada para legislator dan lembaga legislatif,” bebernya. (zain/RadarCirebon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here